Penanaman di lahan rekaan membutuhkan bedengan setinggi 30-40 cm pada musim kemarau dan 50 cm pada musim hujan untuk mencegah genangan air. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 1-2 kg per lubang tanam atau 10-15 ton per hektar, lalu biarkan selama 7 hari sebelum bibit ditanam. Jarak tanam ideal adalah 60 cm x 70 cm agar sirkulasi udara optimal dan kelembapan terkendali.
Pemeliharaan tanaman mencakup penyiraman 1-2 kali sehari pada musim kemarau dan disesuaikan saat musim hujan agar media tidak becek. Pemupukan susulan diberikan mulai umur 14 hari setelah tanam menggunakan larutan pupuk NPK sebanyak 200 ml per tanaman dengan konsentrasi 10 gram per liter air, diulang setiap 7-10 hari sekali. Lakukan perempelan tunas air di bawah cabang utama atau cabang Y pada umur 30-40 hari untuk merangsang pembentukan buah yang lebat.
Panen pertama cabai rawit umumnya dimulai pada umur 75-90 hari setelah tanam, tergantung varietas dan ketinggian tempat. Pemetikan dilakukan setiap 3-5 hari sekali pada pagi hari pukul 06.00-09.00 dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting steril. Tanaman cabai rawit yang dirawat dengan baik dapat terus berproduksi secara produktif hingga berumur 1-2 tahun dengan total puluhan kali pemetikan.






