Cabai Rawit, Panduan Pemupukan Cabai Rawit Tepat Fase untuk Hasil Melimpah
Tony Wu / Pexels

Panduan Pemupukan Cabai Rawit Tepat Fase untuk Hasil Melimpah

Pemupukan cabai rawit yang tepat sasaran berdasarkan fase pertumbuhan vegetatif hingga generatif merupakan kunci utama memperbanyak cabang dan melebatkan buah.

Jawaban singkat

Pemberian pupuk dasar dilakukan 7 hingga 14 hari sebelum tanam menggunakan pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per lubang tanam atau sekitar 10 hingga 15 ton per hektar. Dikombinasikan dengan kapur pertanian sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang jika pH tanah berada di bawah 6,0, langkah awal ini sangat menentukan kekuatan perakaran tanaman di musim hujan maupun kemarau.

Ringkas: Cabai Rawit

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam sehari
Penyiraman
1 kali sehari (500 ml/polybag), kurangi saat hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan lubang drainase di bagian bawah polybag tidak tersumbat.

Pada fase vegetatif awal yaitu usia 7 hingga 30 hari setelah tanam, tanaman cabai rawit fokus membentuk akar, batang, dan rantang daun. Pengocoran pupuk NPK seimbang yang dilarutkan sebanyak 2 hingga 3 gram per liter air dilakukan rutin setiap 7 hari sekali, dengan volume 200 ml per lubang tanam untuk memicu pembentukan cabang produktif.

Memasuki usia 30 hingga 50 hari setelah tanam atau fase generatif awal, ubah komposisi nutrisi dengan meningkatkan unsur Fosfat dan Kalium guna merangsang pembentukan bunga sekaligus mencegah kerontokan. Porsi unsur Nitrogen perlu dikurangi terutama saat memasuki puncak musim hujan agar jaringan batang tidak terlalu sukulen dan rentan terinfeksi jamur patogen.

Saat buah mulai terbentuk dan memasuki masa panen berkala pada usia 50 hari setelah tanam hingga umur 6 bulan lebih, berikan pupuk tinggi Kalium dan Kalsium setiap 10 hingga 14 hari sekali. Penyemprotan kalsium cair pada daun dapat dilakukan seminggu sekali untuk mencegah pembusukan ujung buah serta menjaga ketahanan simpan buah cabai setelah dipetik.

Langkah-langkah

  1. Langkah 1: Taburkan pupuk kandang matang sebanyak 1-2 kg per lubang tanam pada bedengan 2 minggu sebelum bibit dipindahkan.
  2. Langkah 2: Kocor larutan pupuk NPK seimbang dosis 2-3 gram per liter air sebanyak 200 ml per tanaman setiap 7 hari sekali pada usia 7-30 HST.
  3. Langkah 3: Alihkan jenis pemupukan ke formula tinggi Fosfat dan Kalium saat tanaman mulai berbunga pada usia 30-50 HST.
  4. Langkah 4: Aplikasikan pupuk Kalium dan Kalsium rutin setiap 10-14 hari sekali selama periode panen untuk menjaga bobot dan ketahanan buah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah boleh menggunakan pupuk urea saja untuk tanaman cabai rawit?

Penggunaan urea secara tunggal tidak dianjurkan karena hanya memberikan unsur Nitrogen tinggi yang membuat tanaman rimbun daun namun rentan penyakit dan menyebabkan buah mudah rontok.

Berapa frekuensi pemupukan cabai rawit yang ditanam dalam pot atau polybag?

Pemupukan dalam pot cukup dilakukan 7 hari sekali dengan volume kocoran 100-150 ml per pot menggunakan konsentrasi pupuk yang lebih encer agar tidak memicu penumpukan garam.

Bagaimana cara mengatasi tanaman cabai rawit yang mengalami overdosis pupuk?

Segera siram tanah secara melimpah dengan air bersih untuk membuang sisa penumpukan garam pupuk, dan hentikan pemberian pupuk kimia selama 2 hingga 3 minggu.

Apakah pupuk organik cair (POC) bisa menggantikan pupuk kimia sepenuhnya?

POC sangat bagus untuk merangsang mikroorganisme tanah dan melengkapi nutrisi, namun penambahan unsur makro utama secara terukur tetap diperlukan untuk hasil produksi cabai yang maksimal.

Lebih lanjut tentang Cabai Rawit

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.