Pada fase vegetatif awal yaitu usia 7 hingga 30 hari setelah tanam, tanaman cabai rawit fokus membentuk akar, batang, dan rantang daun. Pengocoran pupuk NPK seimbang yang dilarutkan sebanyak 2 hingga 3 gram per liter air dilakukan rutin setiap 7 hari sekali, dengan volume 200 ml per lubang tanam untuk memicu pembentukan cabang produktif.
Memasuki usia 30 hingga 50 hari setelah tanam atau fase generatif awal, ubah komposisi nutrisi dengan meningkatkan unsur Fosfat dan Kalium guna merangsang pembentukan bunga sekaligus mencegah kerontokan. Porsi unsur Nitrogen perlu dikurangi terutama saat memasuki puncak musim hujan agar jaringan batang tidak terlalu sukulen dan rentan terinfeksi jamur patogen.
Saat buah mulai terbentuk dan memasuki masa panen berkala pada usia 50 hari setelah tanam hingga umur 6 bulan lebih, berikan pupuk tinggi Kalium dan Kalsium setiap 10 hingga 14 hari sekali. Penyemprotan kalsium cair pada daun dapat dilakukan seminggu sekali untuk mencegah pembusukan ujung buah serta menjaga ketahanan simpan buah cabai setelah dipetik.






