Pemupukan susulan adalah kunci utama kesuburan tanaman cabai rawit. Berikan pupuk organik matang seperti kompos atau pupuk kandang sebanyak satu kilogram per tanaman setiap sebulan sekali, dikombinasikan dengan pupuk anorganik berimbang tinggi nitrogen pada awal pertumbuhan dan tinggi fosfor serta kalium saat mulai berbunga. Benamkan pupuk di sekeliling perakaran dengan jarak sekitar sepuluh sentimeter dari batang utama agar tidak membakar akar.
Lakukan penyiangan gulma secara manual setiap dua minggu sekali dan pemangkasan tunas air di bawah cabang utama pada usia empat minggu setelah pindah tanam. Praktik ini bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman, memaksimalkan paparan sinar matahari, serta memfokuskan energi tanaman untuk memproduksi bunga dan buah cabai yang lebat.
Pemantauan kesehatan tanaman secara berkala sangat penting untuk mendeteksi dini serangan hama ulat pemakan daun, kutu kebul, atau penyakit layu. Bersihkan daun yang terserang berat dan buang jauh dari area tanam untuk menghentikan siklus penularan. Selalu jaga kebersihan kebun dengan membersihkan sisa gulma yang sering menjadi tempat persembunyian patogen.