Pemupukan susulan dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan nutrisi dari fase vegetatif hingga generatif. Pada umur 14 hingga 30 hari setelah tanam, aplikasikan pupuk organik cair atau kompos sebanyak 200 gram per lubang tanam setiap 14 hari sekali. Memasuki masa berbunga pada umur 35 hari ke atas, tambahkan pupuk tinggi kalium dan fosfat setiap 10 hari sekali untuk memperkuat tangkai bunga dan meningkatkan pembentukan buah cabai.
Pemangkasan atau perempelan tunas air di bawah cabang utama (cabang Y) wajib dilakukan saat tanaman berumur 20 hingga 30 hari setelah tanam. Langkah ini bertujuan mengarahkan suplai nutrisi ke pembentukan cabang utama dan pembungaan. Selain itu, pangkas daun-daun tua di bagian bawah tanaman secara rutin setiap 2 minggu sekali untuk menjaga sirkulasi udara dan meminimalkan kelembapan tinggi yang memicu infeksi jamur.
Pemanenan pertama cabai rawit umumnya dimulai pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam. Petik buah bersama tangkainya menggunakan tangan atau gunting bersih pada pagi hari setiap 3 hingga 5 hari sekali. Dengan pola perawatan yang konsisten, penyiangan gulma di sekitar perakaran, dan pemenuhan hara yang seimbang, tanaman cabai rawit dapat terus berproduksi secara maksimal hingga usia 6 sampai 12 bulan.






