Cabai Rawit, Cara Merawat Cabai Rawit Agar Subur dan Berbuah Lebat
Tony Wu / Pexels

Cara Merawat Cabai Rawit Agar Subur dan Berbuah Lebat

Merawat cabai rawit agar tumbuh subur dan produktif memerlukan penyiraman teratur, pemupukan susulan berkala, serta pemangkasan tunas air yang disiplin.

Jawaban singkat

Penyiraman merupakan fondasi utama dalam perawatan cabai rawit di iklim tropis. Pada musim kemarau, berikan air sebanyak 500 ml per tanaman setiap pagi sebelum jam 09.00 WIB dan sore setelah jam 16.00 WIB untuk menjaga kelembapan tanah. Memasuki musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1 kali sehari atau sesuai kondisi media tanam, serta pastikan saluran drainase di sekitar bedengan atau pot berfungsi sempurna agar akar tidak membusuk akibat tergenang air.

Ringkas: Cabai Rawit

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam sehari
Penyiraman
1 kali sehari (500 ml/polybag), kurangi saat hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan lubang drainase di bagian bawah polybag tidak tersumbat.

Pemupukan susulan dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan nutrisi dari fase vegetatif hingga generatif. Pada umur 14 hingga 30 hari setelah tanam, aplikasikan pupuk organik cair atau kompos sebanyak 200 gram per lubang tanam setiap 14 hari sekali. Memasuki masa berbunga pada umur 35 hari ke atas, tambahkan pupuk tinggi kalium dan fosfat setiap 10 hari sekali untuk memperkuat tangkai bunga dan meningkatkan pembentukan buah cabai.

Pemangkasan atau perempelan tunas air di bawah cabang utama (cabang Y) wajib dilakukan saat tanaman berumur 20 hingga 30 hari setelah tanam. Langkah ini bertujuan mengarahkan suplai nutrisi ke pembentukan cabang utama dan pembungaan. Selain itu, pangkas daun-daun tua di bagian bawah tanaman secara rutin setiap 2 minggu sekali untuk menjaga sirkulasi udara dan meminimalkan kelembapan tinggi yang memicu infeksi jamur.

Pemanenan pertama cabai rawit umumnya dimulai pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam. Petik buah bersama tangkainya menggunakan tangan atau gunting bersih pada pagi hari setiap 3 hingga 5 hari sekali. Dengan pola perawatan yang konsisten, penyiangan gulma di sekitar perakaran, dan pemenuhan hara yang seimbang, tanaman cabai rawit dapat terus berproduksi secara maksimal hingga usia 6 sampai 12 bulan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiraman rutin 1-2 kali sehari disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan media tanam.
  2. Lakukan perempelan tunas air di bawah cabang utama Y pada usia 21 hari setelah tanam untuk fokus nutrisi.
  3. Berikan pemupukan susulan kaya nitrogen pada fase vegetatif dan kaya kalium pada fase generatif setiap 10-14 hari.
  4. Pasang ajir atau lanjaran dari bambu setinggi 1 meter untuk menopang batang tanaman agar tidak roboh saat berbuah lebat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa umur tanaman cabai rawit mulai bisa dipanen?

Cabai rawit umumnya mulai dipanen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan ketinggian wilayah tanam.

Mengapa bunga cabai rawit sering rontok sebelum jadi buah?

Rontoknya bunga biasanya disebabkan oleh kekurangan unsur kalium dan kalsium, kelebihan nitrogen, atau tanaman mengalami stres kekurangan air.

Seberapa sering pemupukan susulan diberikan pada tanaman cabai?

Pemupukan susulan idealnya diberikan setiap 10 hingga 14 hari sekali, dimulai sejak umur 2 minggu setelah tanam hingga masa akhir produksi.

Apakah tanaman cabai rawit perlu dipangkas daunnya secara rutin?

Ya, pemangkasan daun tua di bagian bawah dan tunas air sangat penting untuk merangsang percabangan atas dan menghemat penggunaan nutrisi.

Berapa lama masa produktif tanaman cabai rawit dapat bertahan?

Dengan pemeliharaan dan pemupukan yang teratur, tanaman cabai rawit dapat terus berbuah produktif selama 6 hingga 12 bulan.

Lebih lanjut tentang Cabai Rawit

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.