Penanaman buncis dilakukan secara langsung menggunakan benih berkualitas tanpa perlu disemai terlebih dahulu. Buat lubang tanam sedalam 2 hingga 3 cm dengan jarak tanam 30x60 cm untuk tipe merambat atau 20x40 cm untuk tipe tegak, lalu masukkan 2 butir benih per lubang dan tutup tipis dengan tanah halus. Khusus untuk buncis tipe merambat, tancapkan lanjaran atau turus bambu setinggi 1,8 hingga 2 meter di samping lubang tanam saat tanaman berumur 7 hingga 10 hari setelah tanam agar tidak merusak perakaran yang mulai tumbuh.
Pemeliharaan buncis meliputi penyiraman rutin 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau, serta pembersihan gulma di sekitar pangkal batang. Pemupukan susulan berimbang diberikan pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam dengan cara dikocorkan atau ditabur melingkar di luar tajuk tanaman. Pemangkasan daun tua di bagian bawah juga perlu dilakukan saat tanaman mulai rimbun untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah serangan penyakit jamur.
Buncis tipe tegak biasanya mulai dapat dipanen pada umur 45 hingga 50 hari setelah tanam, sedangkan tipe merambat mulai dipanen pada umur 55 hingga 60 hari setelah tanam. Pemanenan dilakukan secara bertahap setiap 2 hingga 3 hari sekali dengan cara memotong tangkai polong menggunakan gunting atau memetiknya secara perlahan agar tidak merusak rantang bunga. Ciri polong yang siap panen adalah bertekstur renyah, warna hijau cerah, dan biji di dalam polong belum menonjol menembus kulit luar.






