Untuk membedakan penyebabnya secara akurat, petani perlu melakukan pengamatan rutin pada permukaan bawah daun muda setidaknya dua kali seminggu pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Serangan kutu daun ditandai dengan daun melengkung ke bawah disertai keberadaan embun jelut hitam, sedangkan serangan thrips membuat daun melengkung ke atas dengan garis keperakan pada tulang daun. Jika keriting disertai pola mosaik kuning kehijauan dan tanaman menjadi sangat kerdil, kemungkinan besar buncis telah terinfeksi virus mosaik yang ditularkan oleh vektor hama.
Pengendalian mandiri di tingkat lahan harus dimulai sejak tindakan pencegahan dengan memasang perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 buah per hektar atau 2 buah per bedengan sepanjang 10 meter. Penyiraman tanaman buncis pada musim kemarau wajib dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 dan 16.00 WIB, untuk menjaga kelembapan tanah pada kisaran 60 hingga 70 persen sehingga tanaman tidak stres. Pemupukan berimbang dengan menambahkan unsur kalium dan kalsium juga membantu memperkuat dinding sel daun dari tusukan hama.
Apabila ambang ekonomi serangan hama penghisap terlampaui, lakukan penyemprotan insektisida nabati atau bahan aktif rekomendasi pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB ketika suhu udara mulai menurun. Rotasi bahan aktif sangat dianjurkan setiap 7 hingga 10 hari sekali untuk mencegah resistensi hama di area perkebunan. Lakukan pula sanitasi gulma di sekitar area pertanaman dengan radius minimal 2 meter dari bedengan agar tidak menjadi inang alternatif bagi hama penghisap vektor virus.






