Penyebab pertama adalah serangan kutu kebul (Bemisia tabaci). Ciri khas: daun keriting ke atas, menguning, dan ada embun madu lengket. Kutu kebul juga menularkan virus gemini. Solusi: gunakan mulsa plastik perak untuk mengusir kutu, semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak mimba (1 kg daun mimba direndam 10 liter air semalam) setiap 5-7 hari. Konsultasi dengan BPP untuk insektisida kimia jika serangan berat.
Penyebab kedua adalah infeksi virus (Bean golden yellow mosaic virus atau Cucumber mosaic virus). Ciri: daun keriting disertai mosaik kuning-hijau, tanaman kerdil, dan polong kecil. Virus ditularkan oleh kutu kebul atau kutu daun. Tidak ada obat virus, jadi fokus pada pengendalian vektor: pasang perangkap kuning (10-15 per hektar) dan cabut tanaman sakit segera. Rotasi tanaman dengan jagung atau kacang panjang minimal 2 musim.
Penyebab ketiga adalah cekaman kekeringan atau defisiensi unsur hara. Ciri: daun keriting hanya di ujung, tepi daun kering, dan tanaman layu pada siang hari. Ini sering terjadi di musim kemarau tanpa irigasi. Solusi: beri mulsa jerami setebal 5-7 cm, siram 2-3 hari sekali dengan volume 5 liter per tanaman, dan semprot pupuk daun yang mengandung boron dan seng (ikuti dosis pada label). Pastikan drainase baik agar tidak tergenang saat hujan tiba-tiba.