Buncis, Daun Buncis Keriting: Penyebab, Diagnosis Diferensial, dan Solusi Pengendalian
Mustafa Akın / Pexels

Daun Buncis Keriting: Penyebab, Diagnosis Diferensial, dan Solusi Pengendalian

Penyebab daun buncis keriting pada musim kemarau umumnya dipicu oleh serangan hama penghisap cairan atau infeksi virus yang dapat diatasi dengan diagnosis tepat serta perawatan terpadu.

Jawaban singkat

Gejala daun buncis keriting sering memuncak pada puncak musim kemarau antara bulan Mei hingga Agustus ketika kelembapan udara turun di bawah 60 persen dan suhu harian melonjak melebihi 32 derajat Celsius. Kondisi lingkungan yang kering dan panas ini mempercepat siklus perkembangbiakan hama penghisap cairan seperti kutu daun dan thrips hingga dua kali lebih cepat dibandingkan musim hujan. Tanaman buncis yang berumur 15 hingga 40 hari setelah tanam merupakan fase paling rentan terhadap serangan hama yang memicu daun menggulung, mengerdil, dan menebal.

Ringkas: Buncis

Cahaya
Membutuhkan sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Tanam sepanjang tahun, hindari musim hujan deras untuk mengurangi risiko penyakit jamur.
Tingkat Kesulitan
Mudah

Buncis sensitif terhadap genangan air, pastikan drainase baik.

Untuk membedakan penyebabnya secara akurat, petani perlu melakukan pengamatan rutin pada permukaan bawah daun muda setidaknya dua kali seminggu pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Serangan kutu daun ditandai dengan daun melengkung ke bawah disertai keberadaan embun jelut hitam, sedangkan serangan thrips membuat daun melengkung ke atas dengan garis keperakan pada tulang daun. Jika keriting disertai pola mosaik kuning kehijauan dan tanaman menjadi sangat kerdil, kemungkinan besar buncis telah terinfeksi virus mosaik yang ditularkan oleh vektor hama.

Pengendalian mandiri di tingkat lahan harus dimulai sejak tindakan pencegahan dengan memasang perangkap kuning berperekat sebanyak 40 hingga 50 buah per hektar atau 2 buah per bedengan sepanjang 10 meter. Penyiraman tanaman buncis pada musim kemarau wajib dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 dan 16.00 WIB, untuk menjaga kelembapan tanah pada kisaran 60 hingga 70 persen sehingga tanaman tidak stres. Pemupukan berimbang dengan menambahkan unsur kalium dan kalsium juga membantu memperkuat dinding sel daun dari tusukan hama.

Apabila ambang ekonomi serangan hama penghisap terlampaui, lakukan penyemprotan insektisida nabati atau bahan aktif rekomendasi pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB ketika suhu udara mulai menurun. Rotasi bahan aktif sangat dianjurkan setiap 7 hingga 10 hari sekali untuk mencegah resistensi hama di area perkebunan. Lakukan pula sanitasi gulma di sekitar area pertanaman dengan radius minimal 2 meter dari bedengan agar tidak menjadi inang alternatif bagi hama penghisap vektor virus.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Thrips (Thrips palmi)

Ciri: Daun menggulung atau keriting ke atas, helai daun kaku, terdapat bercak atau garis berwarna keperakan di permukaan bawah daun.

Solusi: Semprotkan air bertekanan pada pagi hari, pasang perangkap lekat biru atau kuning, dan aplikasikan pestisida nabati berbahan aktif ekstrak mimba.

Serangan Kutu Daun (Aphis craccivora)

Ciri: Daun keriting melengkung ke bawah, permukaan daun lengket karena embun madu, dan tumbuh jamur jelut berwarna hitam.

Solusi: Pangkas bagian tanaman yang terinfeksi berat, manfaatkan musuh alami seperti kumbang kubah, dan aplikasikan ekstrak tembakau atau minyak mimba secara merata.

Infeksi Virus Mosaik Buncis (Bean Common Mosaic Virus)

Ciri: Daun keriting berkerut, muncul pola bercak mosaik hijau muda dan hijau tua, pertumbuhan tanaman sangat kerdil dan kaku.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi agar tidak menular, kendalikan serangga vektor sejak dini, serta gunakan benih terverifikasi bebas virus.

Serangan Tungau Merah (Tetranychus urticae)

Ciri: Daun membengkok keriting, muncul titik-titik kuning mikroskopis, serta terdapat jaring halus di permukaan bawah daun pada kondisi sangat kering.

Solusi: Tingkatkan kelembapan sekitar tanaman dengan penyiraman kabut dan aplikasikan sulfur atau bahan pendukung sesuai petunjuk teknis.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan visual pada permukaan atas dan bawah daun muda buncis setiap 3 hari sekali untuk mengidentifikasi keberadaan hama secara dini.
  2. Bersihkan gulma dan rumput liar di sekitar bedengan tanaman buncis dalam radius 2 meter agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan hama penghisap.
  3. Pasang perangkap kuning atau biru berperekat sebanyak 2 buah per bedengan sepanjang 10 meter pada ketinggian 20 cm di atas pucuk tanaman.
  4. Lakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari pada pagi dan sore hari selama musim kemarau untuk mengontrol kelembapan mikro di lahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun buncis yang sudah keriting bisa pulih kembali menjadi normal?

Daun yang sudah terlanjur keriting dan rusak selnya tidak bisa kembali mulus, namun tunas dan daun baru yang tumbuh setelah pengendalian dapat tumbuh normal dan sehat.

Mengapa daun buncis lebih sering keriting saat musim kemarau?

Suhu udara yang panas dan kelembapan rendah pada musim kemarau mempercepat populasi hama penghisap seperti thrips dan kutu daun berkembang biak secara masif.

Apakah pupuk organik bisa mengatasi masalah daun buncis keriting?

Pupuk organik tidak membunuh hama, namun pemberian pupuk yang kaya unsur mikro dan kalium dapat meningkatkan ketahanan jaringan tanaman terhadap tekanan hama.

Bagaimana cara membedakan daun keriting akibat hama dan akibat virus?

Keriting akibat hama biasanya disertai keberadaan fisik serangga atau bercak perak/hitam, sedangkan akibat virus ditandai warna mosaik kuning-hijau dan tanaman kerdil permanen.

Lebih lanjut tentang Buncis

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.