Memasuki fase pertumbuhan vegetatif aktif pada usia dua hingga empat minggu setelah tanam, buncis memerlukan tambahan unsur hara nitrogen dan fosfor untuk memperkuat batang serta merangsang pertumbuhan daun lebat. Pemberian pupuk susulan pertama dapat dilakukan dengan cara dikocor di sekitar perakaran menggunakan larutan organik cair atau pupuk tunggal dengan takaran yang disesuaikan kondisi tanah setempat. Frekuensi pemupukan susulan pada fase ini dilakukan setiap tujuh hingga sepuluh hari sekali guna memastikan ketersediaan nutrisi selama tanaman merambat atau tumbuh tegak.
Ketika tanaman mencapai fase generatif pada usia lima hingga tujuh minggu setelah tanam, kebutuhan nutrisi bergeser menjadi lebih dominan pada unsur kalium dan fosfor untuk mendukung pembentukan bunga serta polong. Pengurangan porsi nitrogen sangat penting pada fase ini agar tanaman tidak terlalu rimbun daun tetapi minim buah. Petani perlu mengaplikasikan pupuk tambahan kaya kalium dengan interval satu minggu sekali hingga menjelang pemetikan pertama agar ukuran polong seragam dan rasanya renyah.
Memasuki periode panen yang biasanya dimulai pada usia delapan minggu setelah tanam dan berlangsung hingga sepuluh kali petik, pemupukan pemeliharaan mutlak diperlukan untuk memulihkan tenaga tanaman. Pemberian tambahan nutrisi mikro dan makro dalam dosis ringan setiap selesai dua kali pemetikan akan menjaga produktivitas tanaman tetap tinggi dan mencegah kerontokan bunga susulan. Selalu perhatikan kondisi kelembapan tanah sebelum menebar atau mengocor pupuk agar penyerapan unsur hara berjalan optimal tanpa merusak sistem perakaran.