Buncis, Daun Buncis Menguning di Musim Kemarau: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mustafa Akın / Pexels

Daun Buncis Menguning di Musim Kemarau: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala daun buncis menguning saat musim kemarau umumnya disebabkan oleh serangan kutu kebul pembawa virus, hama tungau, kekeringan, atau kekurangan unsur hara nitrogen.

Jawaban singkat

Menanam buncis (Phaseolus vulgaris) pada musim kemarau di Indonesia memiliki tantangan tersendiri, terutama saat suhu udara mencapai 28 hingga 32 derajat Celsius. Pada kondisi panas dan kering, tanaman buncis sering mengalami perubahan warna daun menjadi kuning. Penguningan ini bukan hanya menurunkan laju fotosintesis, tetapi juga dapat memicu penurunan hasil panen hingga 50 persen jika tidak segera diidentifikasi dan ditangani dengan tepat sesuai penyebab utamanya.

Ringkas: Buncis

Cahaya
Membutuhkan sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Tanam sepanjang tahun, hindari musim hujan deras untuk mengurangi risiko penyakit jamur.
Tingkat Kesulitan
Mudah

Buncis sensitif terhadap genangan air, pastikan drainase baik.

Pola menguningnya daun memberikan petunjuk penting untuk diagnosis awal di lahan. Apabila warna kuning muncul merata pada daun-daun tua di bagian bawah saat tanaman berumur 20 sampai 30 hari setelah tanam (HST), hal ini menandakan defisiensi unsur hara nitrogen atau magnesium. Terik matahari musim kemarau mempercepat penguapan air tanah, sehingga penyerapan hara oleh akar buncis menjadi terganggu dan menyebabkan suplai makanan ke daun bawah berkurang.

Faktor utama lain yang sangat marak di musim kemarau adalah serangan vektor penyakit. Hama kutu kebul dan tungau berkembang biak jauh lebih cepat pada cuaca kering tanpa terpaan hujan. Kutu kebul mentransmisikan virus mosaik kuning yang membuat daun buncis berwarna hijau-kuning berbercak dan menggulung, sementara tungau merusak jaringan sel daun dari permukaan bawah hingga meninggalkan bintik-bintik kuning yang meluas.

Pengelolaan air dan penutupan tanah menjadi kunci penyembuhan tanaman di lapangan. Lakukan penyiraman secara teratur 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07.00 dan sore hari pukul 16.00, dengan volume sekitar 1 sampai 2 liter per lubang tanam. Penggunaan mulsa jerami padi setebal 3 sampai 5 cm sangat efektif menekan suhu tanah dan menjaga kelembapan agar perakaran buncis tetap aktif menyerap nutrisi.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Virus Kuning (dilewatkan Kutu Kebul)

Ciri: Daun menunjukkan pola belang atau mosaik kuning-hijau, bentuk daun mengerut, membulat, dan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi berat. Pasang perangkap pelekat kuning sebanyak 20 lembar per hektar untuk mengendalikan populasi kutu kebul.

Serangan Tungau Merah (Tetranychus sp.)

Ciri: Terdapat bintik-bintik kuning halus merata di permukaan atas daun, serta ditemukan jaring-jaring halus di permukaan bawah daun.

Solusi: Semprot permukaan bawah daun dengan pancaran air bertekanan sedang pada pagi hari, atau gunakan pesnab berbasis minyak mimba sesuai petunjuk kemasan.

Kekurangan Unsur Hara Nitrogen (N)

Ciri: Daun tua di bagian bawah menguning secara merata dari tulang daun hingga tepi, sedangkan daun muda di bagian atas tetap hijau.

Solusi: Kocor pupuk organik cair atau pupuk nitrogen susulan dosis ringan pada area perakaran setelah penyiraman pagi hari.

Stres Kekeringan dan Panas Ekstrem

Ciri: Tepi daun menguning lalu mengering seperti terbakar, daun tampak layu pada siang hari, dan tanah media tanam memadat atau retak.

Solusi: Tingkatkan frekuensi penyiraman dan tambahkan penutup tanah berupa mulsa jerami padi untuk meredam suhu panas.

Langkah-langkah

  1. Amati lokasi penguningan daun pada tanaman buncis untuk menentukan apakah masalah disebabkan oleh hama, virus, hara, atau air.
  2. Pilah dan cabut tanaman yang menunjukkan gejala virus mosaik kuning secara signifikan agar tidak menular ke tanaman yang sehat.
  3. Pasang mulsa jerami setebal 3-5 cm di sekeliling pangkal batang dan atur jadwal penyiraman rutin 2 kali sehari pada pagi dan sore.
  4. Konsultasikan jenis pemupukan susulan atau agens hayati yang tepat dengan petugas penyuluh setempat untuk memulihkan kesuburan tanaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun buncis yang sudah menguning bisa menjadi hijau kembali?

Daun yang sudah berwarna kuning tua tidak bisa kembali hijau sempurna, namun penanganan yang tepat akan membuat tunas dan daun baru tumbuh sehat dan hijau.

Mengapa virus kuning buncis lebih cepat menyebar saat musim kemarau?

Suhu udara yang hangat dan kondisi kering mempercepat siklus perkembangbiakan kutu kebul sebagai serangga pembawa virus.

Berapa kali penyiraman tanaman buncis yang pas di musim kemarau terik?

Penyiraman ideal dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 06.00-08.00 dan sore hari pukul 15.30-17.00.

Apakah mulsa plastik atau mulsa jerami yang lebih bagus untuk buncis saat kemarau?

Mulsa jerami padi lebih direkomendasikan saat kemarau karena tidak menyerap panas berlebih dan mampu menjaga suhu tanah tetap sejuk.

Kapan waktu terbaik mengaplikasikan pupuk susulan pada buncis yang menguning?

Waktu terbaik adalah pagi hari setelah penyiraman, saat kondisi tanah lembap dan stomata daun terbuka sempurna untuk menyerap nutrisi.

Lebih lanjut tentang Buncis

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.