Memasuki fase vegetatif aktif atau saat tanaman berusia 1 hingga 3 bulan setelah tanam, frekuensi pemupukan perlu ditingkatkan setiap 4 minggu sekali. Pada periode ini, berikan tambahan pupuk kaya nitrogen di sekitar perakaran dengan jarak sekitar 10 sentimeter dari pangkal rumpun agar tidak menyebabkan pembusukan. Setelah pemupukan, lakukan penyiraman air yang cukup pada pagi atau sore hari untuk membantu melarutkan unsur hara agar mudah diserap oleh akar serai. Hindari pemupukan saat curah hujan terlalu tinggi karena dikhawatirkan nutrisi akan terbawa air limpasan permukaan atau tercuci.
Ketika tanaman serai memasuki fase pembentukan rumpun dan pengayaan minyak atsiri pada usia 4 hingga 6 bulan, komposisi pupuk perlu disesuaikan dengan mengurangi porsi nitrogen dan meningkatkan unsur fosfor serta kalium. Penambahan unsur hara ini sangat krusial untuk memperbanyak jumlah anakan produktif serta meningkatkan bobot total daun serai saat siap dipanen. Lakukan pemupukan susulan ini setiap 6 minggu sekali hingga menjelang masa panen pertama yang biasanya jatuh pada usia 6 hingga 8 bulan setelah tanam di lahan.
Pasca panen pertama, tanaman serai memerlukan pemulihan nutrisi yang cepat agar rumpun dapat kembali bertunas dengan subur untuk siklus panen berikutnya. Potong sisa rumpun secara bersih setinggi 5 hingga 10 sentimeter dari permukaan tanah, kemudian berikan kembali pupuk organik dan anorganik sesuai takaran anjuran setempat. Praktik pemupukan berkala ini dapat menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan, mencegah degradasi lahan, dan memastikan produktivitas rumpun serai bertahan hingga 3 hingga 5 tahun ke depan tanpa harus melakukan penanaman ulang.