Hama utama seperti thrips dan kutu daun sering berkembang pesat di musim kemarau karena kondisi kering yang mendukung siklus reproduksi mereka. Kutu-kutu ini mengisap cairan dari jaringan daun muda serai yang berumur di bawah 1 bulan, membuat pertumbuhan sel tidak merata sehingga daun tumbuh melengkung dan keriting. Untuk membedakan stres air dan hama, periksalah bagian ketiak daun serai secara berkala setiap 3 hari sekali pada pagi hari.
Pencegahan dan pemulihan membutuhkan manajemen penyiraman yang tepat, yaitu memberikan 2 hingga 3 liter air per rumpun sebanyak 1 kali sehari pada pagi hari sebelum jam 08.00 WIB. Selain penyiraman, pemberian pupuk kompos matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per rumpun setiap 2 bulan sekali akan membantu menjaga kelembapan struktur tanah dan merangsang pembentukan perakaran baru yang lebih kuat menahan kekeringan.
Langkah sanitasi juga sangat krusial dengan memangkas daun-daun tua dan daun yang terinfeksi parah sekitar 10 sampai 15 sentimeter dari pangkal batang. Sisa pangkasan yang terinfeksi hama harus segera dibakar atau dibuang jauh dari area kebun agar serangga tidak berpindah ke rumpun serai yang sehat. Lakukan pengawasan rutin mingguan agar populasi hama tidak meledak di tengah puncak musim kemarau.






