Gejala awal busuk akar pada serai dapat diamati dari perubahan warna daun bagian bawah yang menguning secara serempak tanpa sebab kekeringan. Batang serai pangkalnya tampak basah, melunak, dan mudah dicabut dari tanah karena sistem perakarannya sudah rusak parah. Aroma tanah di sekitar rumpun pun seringkali berbau apek akibat aktivitas mikroorganisme anaerobik.
Untuk menyelamatkan sisa rumpun serai yang belum terserang total, kita harus segera melakukan pembenahan drainase di sekitar kebun atau pekarangan rumah. Pembuatan parit kecil sedalam 20 sentimeter di sekeliling bedengan sangat efektif mencegah air hujan menggenang. Selain itu, pangkas rumpun serai yang terlalu padat agar sirkulasi udara di pangkal tanaman menjadi lebih lancar.
Pencegahan jangka panjang untuk musim hujan berikutnya adalah menanam serai pada bedengan tinggi atau media tanam pot yang dicampur dengan kompos dan sekam bakar. Hindari pemberian pupuk nitrogen berlebihan saat musim hujan karena akan memacu pertumbuhan jaringan lunak yang sangat rentan terhadap infeksi jamur patogen tanah.