Tanaman serai yang mengalami pembusukan akar menunjukkan gejala khas seperti helai daun yang menguning mulai dari ujung, pertumbuhan rumpun kerdil, serta penurunan aroma khas serai. Saat rumpun dibongkar, akar yang sehat berwarna putih kekuningan dan kenyal akan berubah menjadi hitam, lembek, berlendir, serta mengeluarkan aroma pembusukan yang menyengat.
Untuk mengatasi masalah ini, penataan aerasi tanah menjadi kunci utama yang wajib dilakukan. Buatlah bedengan setinggi 20 cm hingga 30 cm dengan lebar parit antar-bedengan minimal 30 cm agar air hujan langsung mengalir dan tidak menggenangi zona perakaran serai. Atur jarak tanam ideal sebesar 75 cm x 75 cm untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar pangkal rumpun tetap optimal.
Selain perbaikan fisik lahan, aplikasi bahan organik dan mikroorganisme hayati sangat disarankan. Campurkan 1 kg hingga 2 kg kompos matang yang telah diperkaya agen hayati Trichoderma ke dalam setiap lubang tanam. Pengaplikasian ini dilakukan saat pembuatan bedengan atau dibenamkan di sekeliling rumpun untuk menekan populasi jamur patogen tanah secara alami.






