Serai, Akar Serai Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi
mingche lee / Pexels

Akar Serai Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi

Akar serai yang busuk saat musim hujan umumnya disebabkan oleh drainase tanah yang buruk dan serangan cendawan patogen akibat genangan air berlebih.

Jawaban singkat

Memasuki puncak musim hujan pada bulan November hingga Maret di Indonesia, budidaya serai dapur maupun serai wangi sering kali menghadapi ancaman busuk akar. Tingginya curah hujan yang mencapai lebih dari 200 mm per bulan membuat tanah di sekitar perakaran mudah jenuh air, sehingga kadar oksigen dalam tanah menurun drastis dan memicu kondisi asfiksia pada jaringan akar.

Ringkas: Serai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Siram 2x sehari saat kemarau, 1x sehari saat hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman serai mudah beradaptasi, cocok untuk pemula.

Tanaman serai yang mengalami pembusukan akar menunjukkan gejala khas seperti helai daun yang menguning mulai dari ujung, pertumbuhan rumpun kerdil, serta penurunan aroma khas serai. Saat rumpun dibongkar, akar yang sehat berwarna putih kekuningan dan kenyal akan berubah menjadi hitam, lembek, berlendir, serta mengeluarkan aroma pembusukan yang menyengat.

Untuk mengatasi masalah ini, penataan aerasi tanah menjadi kunci utama yang wajib dilakukan. Buatlah bedengan setinggi 20 cm hingga 30 cm dengan lebar parit antar-bedengan minimal 30 cm agar air hujan langsung mengalir dan tidak menggenangi zona perakaran serai. Atur jarak tanam ideal sebesar 75 cm x 75 cm untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar pangkal rumpun tetap optimal.

Selain perbaikan fisik lahan, aplikasi bahan organik dan mikroorganisme hayati sangat disarankan. Campurkan 1 kg hingga 2 kg kompos matang yang telah diperkaya agen hayati Trichoderma ke dalam setiap lubang tanam. Pengaplikasian ini dilakukan saat pembuatan bedengan atau dibenamkan di sekeliling rumpun untuk menekan populasi jamur patogen tanah secara alami.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Cendawan Patogen (Phytophthora sp. atau Fusarium sp.)

Ciri: Akar berwarna hitam basah, terasa lunak bila dipijit, berbau pembusukan, dan daun menguning secara drastis dari pelepah luar.

Solusi: Gemburkan tanah di sekitar rumpun, tingkatkan drainase, pangkas akar yang terinfeksi, dan taburkan agen hayati Trichoderma pada media tanam.

Tergenang Air (Asfiksia Akar)

Ciri: Akar berwarna cokelat tua dan lembek tanpa bau yang terlalu menyengat, tanaman tampak layu di siang hari meskipun tanah sangat basah.

Solusi: Buat parit pembuangan air setinggi 30 cm di sekeliling area tanam dan hentikan penyiraman tambahan selama musim hujan.

Infeksi Bakteri Busuk Lunak (Erwinia sp.)

Ciri: Pangkal batang membengkak, mengeluarkan lendir berbau sangat menyengat, dan pembuluh akar tampak berwarna kecokelatan saat dipotong.

Solusi: Cabut rumpun yang terserang parah, musnahkan di luar area kebun, dan taburkan kapur pertanian (dolomit) untuk menstabilkan pH tanah.

Langkah-langkah

  1. Pangkas daun serai hingga menyisa 15 cm sampai 20 cm dari pangkal untuk mengurangi beban penguapan pada rumpun yang stres.
  2. Gali parit drainase di sekeliling rumpun dengan kedalaman 20 cm hingga 30 cm agar air hujan tidak tergenang di area perakaran.
  3. Bongkar rumpun yang terserang parah, bersihkan akar yang menghitam menggunakan pisau steril, lalu angin-anginkan bibit selama 1 hari.
  4. Taburkan kapur dolomit sebanyak 100 gram per lubang tanam dan biarkan selama 1 minggu sebelum menanam kembali bibit serai yang sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman serai yang terkena busuk akar masih bisa diselamatkan?

Bisa, selama bagian titik tumbuh di pusat rumpun belum membusuk total. Anda dapat memisahkan anakan yang masih sehat, memangkas akar busuk, dan menanamnya di tempat baru.

Berapa jarak tanam serai yang ideal di musim hujan?

Jarak tanam ideal adalah 75 cm x 75 cm atau 100 cm x 75 cm untuk memastikan sirkulasi udara lancar dan mengurangi kelembapan tinggi.

Apakah serai membutuhkan banyak air saat ditanam?

Serai membutuhkan tanah yang lembap tetapi sangat tidak toleran terhadap air yang tergenang. Penyiraman cukup dilakukan jika tanah mulai mengering.

Mengapa pangkal serai saya mengeluarkan bau busuk dan berlendir?

Kondisi tersebut merupakan indikasi kuat infeksi bakteri busuk lunak yang dipicu oleh kelembapan ekstrim dan luka mekanis pada rumpun.

Bolehkah langsung menanam serai baru di lubang tanam bekas serai yang busuk?

Tidak dianjurkan. Tanah bekas tanaman sakit harus diistirahatkan minimal 2-3 minggu, diolah kembali, serta diberi perlakuan kapur dolomit dan agen hayati.

Lebih lanjut tentang Serai

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.