Memasuki fase pertumbuhan aktif pada umur 15 hingga 30 hari setelah tanam, kebutuhan hara tanaman meningkat tajam terutama unsur nitrogen dan kalium untuk memperbanyak jumlah anakan dan memperlebar helai daun. Lakukan pemupukan susulan pertama pada umur 10 hingga 15 hari, dilanjutkan pemupukan kedua pada umur 25 hingga 30 hari menggunakan metode kocor atau tabur di sekitar perakaran dengan jarak minimal 5 sentimeter dari umbi utama. Pastikan tanah dalam kondisi lembab sebelum pemupukan susulan diberikan guna menghindari terbakarnya akar akibat konsentrasi garam pupuk yang terlalu tinggi.
Fase pembentukan dan pembesaran umbi yang terjadi pada umur 35 hingga 50 hari setelah tanam menjadi penentu utama ukuran serta bobot panen bawang merah Anda. Pada periode ini, kurangi porsi unsur nitrogen secara bertahap dan tingkatkan proporsi unsur kalium serta fosfat untuk mempercepat pengisian umbi dan memperkuat kulit luar umbi agar tidak mudah pecah saat musim hujan. Pemupukan terakhir biasanya dihentikan pada umur 50 hari setelah tanam agar proses pemasakan umbi berjalan sempurna dan kadar air di dalam umbi tidak berlebih saat dicabut.
Penerapan pemupukan yang efisien sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca di wilayah Indonesia, di mana pada musim hujan pemupukan sebaiknya dilakukan dengan cara ditugal lalu ditutup tanah untuk mencegah hanyut oleh air limpasan. Sebaliknya, pada musim kemarau panjang, aplikasi pupuk wajib diikuti dengan penyiraman air yang cukup agar butiran pupuk larut dan mudah diserap oleh rambut akar tanaman. Selalu catat jadwal aplikasi dan amati respons warna daun sebagai indikator kecukupan hara di lahan pertanian Anda.