Pada fase vegetatif awal umur 10 sampai 15 hari setelah tanam (HST), tanaman membutuhkan unsur nitrogen dan fosfor tinggi untuk merangsang perakaran dan pembentukan daun. Aplikasikan sekitar 100 kg pupuk NPK per hektar atau 10 gram per meter persegi dengan cara ditugal di samping lubang tanam sejauh 3 cm lalu ditutup tanah tipis. Pemupukan pertama ini sangat penting agar bibit tidak kerdil dan siap memproduksi anakan daun yang rimbun.
Memasuki fase vegetatif akhir dan pembentukan umbi pada umur 30 HST, fokus pemupukan bergeser ke unsur kalium tinggi untuk memperbesar dan mencerahkan warna umbi. Dosis susulan kedua ini mencakup campuran NPK dan pupuk kalium tunggal sebanyak 150 kg per hektar. Pemberian dilakukan satu kali pada sore hari setelah penyiraman agar butiran pupuk mudah larut dan langsung diserap oleh perakaran.
Saat fase pematangan umbi pada umur 45 sampai 50 HST, aplikasi pupuk hara mikro seperti kalsium disemprotkan ke daun seminggu sekali untuk mencegah busuk umbi dan meningkatkan daya simpan pascapanen. Pastikan penyiraman dikurangi secara bertahap mendekati masa panen pada umur 60 sampai 70 HST agar kualitas umbi padat, berwarna merah cerah, dan tidak mudah susut.






