Pengolahan media tanam dilakukan dengan membuat lubang berukuran 30x30x30 sentimeter pada jarak tanam 75x75 sentimeter agar rumpun serai memiliki ruang tumbuh yang cukup leluasa. Campurkan tanah galian dengan 2 hingga 3 kilogram pupuk kandang atau kompos matang per lubang tanam untuk meningkatkan kesuburan dan porositas tanah. Serai membutuhkan pencahayaan matahari penuh setidaknya 6 hingga 8 jam per hari, sehingga area tanam tidak boleh tertutup naungan pohon besar.
Pemeliharaan tanaman serai berfokus pada penyiraman dan pembumbunan tanah secara berkala demi merangsang munculnya anakan baru. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 1 kali sehari setiap pagi atau sore hari, sedangkan pada musim hujan pastikan saluran drainase lancar agar air tidak tergenang di sekitar pangkal batang. Lakukan pembumbunan tanah atau penimbunan pangkal rumpun setiap 2 bulan sekali seraya membersihkan gulma pesaing nutrisi.
Panen serai pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 5 hingga 6 bulan setelah tanam saat rumpun sudah memiliki minimal 10 hingga 15 batang tua. Cara memanennya adalah dengan mencabut atau memotong batang serai terluar yang paling tebal dan tua tepat di batas pangkal tanah, lalu tinggalkan batang-batang muda di bagian dalam rumpun. Setelah panen pertama, pemanenan susulan dapat terus dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali sepanjang tahun.






