Serai, Cara Menanam Serai dari Awal sampai Panen
mingche lee / Pexels

Cara Menanam Serai dari Awal sampai Panen

Menanam serai dapur maupun serai wangi sangat mudah dilakukan di pelataran rumah atau lahan pertanian di Indonesia sepanjang tahun dengan hasil melimpah.

Jawaban singkat

Serai (Cymbopogon) dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan anakan atau batang tua yang memiliki bagian pangkal batang (cakram) utuh. Pilih 2 hingga 3 batang serai sehat yang berakar, lalu potong daunnya hingga menyisakan panjang batang sekitar 15 sampai 20 sentimeter. Sebelum ditanam langsung, rendam pangkal batang serai dalam wadah berisi air bersih setinggi 3 sentimeter selama 3 hingga 5 hari di tempat teduh hingga akar-akar halus baru mulai tumbuh sepanjang 1 hingga 2 sentimeter.

Ringkas: Serai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Siram 2x sehari saat kemarau, 1x sehari saat hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman serai mudah beradaptasi, cocok untuk pemula.

Pengolahan media tanam dilakukan dengan membuat lubang berukuran 30x30x30 sentimeter pada jarak tanam 75x75 sentimeter agar rumpun serai memiliki ruang tumbuh yang cukup leluasa. Campurkan tanah galian dengan 2 hingga 3 kilogram pupuk kandang atau kompos matang per lubang tanam untuk meningkatkan kesuburan dan porositas tanah. Serai membutuhkan pencahayaan matahari penuh setidaknya 6 hingga 8 jam per hari, sehingga area tanam tidak boleh tertutup naungan pohon besar.

Pemeliharaan tanaman serai berfokus pada penyiraman dan pembumbunan tanah secara berkala demi merangsang munculnya anakan baru. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 1 kali sehari setiap pagi atau sore hari, sedangkan pada musim hujan pastikan saluran drainase lancar agar air tidak tergenang di sekitar pangkal batang. Lakukan pembumbunan tanah atau penimbunan pangkal rumpun setiap 2 bulan sekali seraya membersihkan gulma pesaing nutrisi.

Panen serai pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 5 hingga 6 bulan setelah tanam saat rumpun sudah memiliki minimal 10 hingga 15 batang tua. Cara memanennya adalah dengan mencabut atau memotong batang serai terluar yang paling tebal dan tua tepat di batas pangkal tanah, lalu tinggalkan batang-batang muda di bagian dalam rumpun. Setelah panen pertama, pemanenan susulan dapat terus dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali sepanjang tahun.

Langkah-langkah

  1. Siapkan bibit serai dari anakan tua, pangkas sisa daun hingga panjang batang 15-20 cm, lalu rendam bagian pangkalnya dalam air selama 3-5 hari hingga berakar.
  2. Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm pada lahan gembur dan campurkan 2-3 kg pupuk organik matang pada setiap lubang.
  3. Tanam 2-3 batang bibit serai secara miring dengan sudut 45 derajat dalam satu lubang tanam, lalu padatkan tanah di sekeliling pangkal bibit.
  4. Lakukan penyiraman rutin, penyiangan gulma, serta pembumbunan pangkal rumpun tiap 2 bulan sekali sebelum memanen batang tua pada umur 5-6 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah serai bisa ditanam di dalam pot atau polybag?

Bisa, gunakan pot atau polybag dengan diameter minimal 40 sentimeter dan pastikan memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawahnya.

Berapa lama serai dari toko atau pasar bisa ditanam kembali?

Batang serai segar dari pasar masih bisa ditanam kembali asalkan bagian cakram atau pangkal bawah tempat tumbuhnya akar masih utuh dan tidak dipotong habis.

Mengapa daun serai saya berubah menjadi merah keunguan?

Perubahan warna menjadi merah keunguan biasanya menandakan tanaman mengalami stres lingkungan, seperti kekurangan unsur hara fosfor atau paparan sinar matahari yang sangat terik saat kekeringan.

Berapa kali serai perlu diberi pupuk susulan?

Berikan pupuk organik atau kompos susulan sebanyak 1-2 kilogram per rumpun setiap 2 hingga 3 bulan sekali bersamaan dengan kegiatan pembumbunan tanah.

Lebih lanjut tentang Serai

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.