Pada awal tanam, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 10-15 ton per hektar (atau 1-2 kg per meter persegi untuk lahan sempit). Campurkan pupuk kandang dengan tanah seminggu sebelum tanam. Pupuk kandang memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara mikro. Setelah bibit berumur 2 minggu, mulai berikan pupuk susulan. Gunakan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 200-300 kg per hektar (atau 20-30 gram per meter persegi). Aplikasikan pupuk NPK dengan cara ditabur melingkar di sekitar tanaman, lalu tutup tipis dengan tanah. Ulangi pemberian pupuk NPK setiap 4-6 minggu sekali hingga panen (biasanya 3-4 bulan setelah tanam).
Selama musim hujan, perhatikan agar pupuk tidak hanyut terbawa air. Sebaiknya aplikasi pupuk dilakukan saat tanah lembab tapi tidak tergenang. Jika lahan Anda di daerah dengan curah hujan tinggi, gunakan pupuk lepas lambat (slow release) seperti pupuk majemuk berlapis sulfur atau pupuk organik granular. Untuk meningkatkan kandungan andrografolid, beberapa petani menambahkan pupuk daun yang mengandung boron dan seng pada 4 dan 8 minggu setelah tanam. Semprotkan pupuk daun pada pagi atau sore hari saat stomata terbuka, dengan konsentrasi sesuai petunjuk label.
Setelah panen (biasanya saat tanaman mulai berbunga), lakukan pemupukan susulan untuk peremajaan jika ingin panen kedua. Berikan pupuk kandang lagi 5-10 ton per hektar dan NPK 100-150 kg per hektar. Pemupukan berlebihan terutama nitrogen dapat menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit dan menurunkan kualitas. Selalu pantau kondisi tanaman: daun hijau tua dan batang kokoh menandakan hara cukup. Jika daun pucat atau pertumbuhan lambat, tambahkan pupuk urea 50-100 kg per hektar (5-10 gram per meter persegi). Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis yang sesuai dengan kondisi tanah Anda.