Memasuki fase vegetatif awal pada umur 15 sampai 30 hari setelah tanam (HST), fokus pemupukan dialihkan untuk mendorong pertumbuhan daun dan anakan yang sehat. Aplikasi pupuk sumber nitrogen dan kalsium berimbang diberikan secara dikocor atau ditabur tipis di samping barisan tanaman setiap 10 hingga 14 hari sekali, dengan penyiraman yang cukup setelah aplikasi untuk mencegah pembakaran akar.
Saat memasuki fase generatif dan pembentukan umbi (umur 45 hingga 75 HST), kebutuhan kalium meningkat drastis untuk mengoptimalkan pembesaran siung bawang putih. Dosis nitrogen mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan dengan pengaplikasian pupuk tinggi kalium dan sulfat seminggu sekali guna meningkatkan bobot, ketahanan simpan, serta kadar minyak atsiri umbi.
Fase pematangan ditandai pada umur 75 hingga 90 HST, di mana pemupukan kimia hara makro sepenuhnya dihentikan untuk mempercepat pengeringan daun alami dan pemadatan umbi. Penyiraman dihentikan sekitar 2 minggu sebelum panen agar tanah mengering, sehingga umbi tidak membusuk dan memiliki daya simpan yang lama hingga 4 sampai 6 bulan di penyimpanan.






