Kebutuhan air tanaman serai sangat dipengaruhi oleh perubahan musim di Indonesia. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari setelah pukul 15.00. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, hentikan penyiraman harian dan fokuslah menjaga agar air hujan tidak menggenangi area perakaran agar pangkal batang tidak mudah membusuk.
Pemupukan berimbang sangat diperlukan untuk merangsang pembentukan anakan baru yang lebat dan batang yang tebal. Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per rumpun setiap 2 bulan sekali. Untuk menunjang pertumbuhan vegetatif yang cepat, tambahkan pupuk susulan kaya nitrogen dengan menaburkannya di sekeliling rumpun pada jarak 10 cm dari pangkal batang.
Perawatan rutin yang tidak boleh terlewatkan adalah pembumbunan tanah dan pemangkasan daun tua secara berkala setiap 1 bulan sekali. Pembumbunan bertujuan menutupi akar yang menyembul keluar serta memperkokoh rumpun, sedangkan pemangkasan daun tua merangsang munculnya tunas baru. Serai siap dipanen secara bertahap setelah berumur 6 hingga 8 bulan dengan memotong batang paling luar dan menyisakan rumpun utama.






