Pada fase awal (0-2 bulan setelah tanam), tanaman membutuhkan nitrogen (N) tinggi untuk pertumbuhan daun dan batang. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau kandang matang sebanyak 1-2 kg per meter persegi sebagai pupuk dasar. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 5-10 gram per tanaman setiap 2 minggu sekali selama 2 bulan pertama. Jika menggunakan pupuk cair organik, semprotkan pada daun setiap 1-2 minggu dengan konsentrasi sesuai petunjuk kemasan.
Memasuki fase pembentukan rimpang (bulan ke-3 hingga ke-6), kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor (P) serta kalium (K). Gunakan pupuk NPK 10-20-20 atau TSP dan KCl dengan perbandingan 1:2 (P:K). Dosis sekitar 10-15 gram per tanaman setiap 3-4 minggu. Pada fase ini, hindari pemupukan N berlebihan agar rimpang tidak lembek dan kurang aromatik. Mulsa jerami atau serasah daun dapat ditambahkan untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Pada fase pematangan (bulan ke-7 hingga panen), hentikan pemupukan N dan kurangi frekuensi pemupukan. Cukup berikan pupuk KCl 5-10 gram per tanaman sekali pada awal fase ini untuk memperkuat dinding sel rimpang dan meningkatkan aroma. Panen dilakukan saat daun mulai menguning dan rimpang terisi penuh, biasanya 8-10 bulan setelah tanam. Setelah panen, berikan pupuk organik untuk memulihkan kesuburan tanah sebelum menanam kembali.