Pupuk dasar diberikan saat olah tanah, yaitu campuran pupuk kandang matang 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per meter persegi untuk lahan sempit. Tambahkan 50-75 kg urea, 75-100 kg SP-36, dan 75-100 kg KCl per hektar. Untuk pekarangan rumah, cukup 1-2 genggam pupuk kandang dan 1 sendok makan pupuk NPK 16-16-16 per rumpun. Pupuk dasar dicampur rata dengan tanah 7-10 hari sebelum tanam.
Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 1-2 bulan, menggunakan urea 50-75 kg/ha atau 1 sendok makan NPK 16-16-16 per rumpun. Pemupukan susulan kedua pada umur 4-5 bulan dengan dosis sama. Jika daun tampak pucat atau pertumbuhan lambat, tambahkan pupuk daun organik setiap 2 minggu. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat memicu serangan hama dan penyakit serta menurunkan mutu rimpang.
Pada musim hujan, kurangi dosis pupuk nitrogen karena air hujan sudah menyediakan nitrogen tambahan. Sebaliknya, di musim kemarau tingkatkan frekuensi penyiraman dan beri pupuk kandang lebih banyak untuk menjaga kelembaban. Panen jeringau dilakukan saat daun mulai menguning dan rimpang terisi penuh, biasanya 8-10 bulan setelah tanam. Setelah panen, beri pupuk kandang lagi untuk memulihkan kesuburan tanah.