Penyebab kelayuan pada serai tidak selalu disebabkan oleh kekurangan air semata, melainkan bisa akibat serangan hama dan penyakit. Penggerek batang serta jamur patogen akar sering kali memanfaatkan kondisi tanaman yang sedang stres air untuk menginfeksi jaringan dalam serai. Penanganan yang salah tanpa menganalisis penyebab utama justru dapat memperparah kerusakan rumpun serai yang ada di kebun.
Penyiraman secara teratur sebanyak 2 hingga 3 liter air per rumpun setiap pagi sebelum pukul 08.00 sangat disarankan untuk menjaga kesegaran tanaman serai. Penggunaan mulsa organik dari jerami padi atau rumput kering setebal 5 sampai 10 cm di sekeliling rumpun terbukti mampu menekan penguapan air tanah hingga 50 persen selama musim kemarau.
Pemangkasan daun tua secara berkala setiap 3 minggu sekali membantu mengurangi beban transpirasi atau penguapan tanaman serai. Melalui kombinasi penyiraman yang tepat, sanitasi rumpun, dan perbaikan aerasi tanah, serai yang layu umumnya dapat pulih dan mengeluarkan tunas baru yang segar dalam waktu 14 hingga 21 hari.






