Selain kekeringan murni, masalah layu pada serai juga sering kali merupakan gejala sekunder dari serangan hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) yang merusak jaringan pengangkut nutrisi di dalam batang. Larva hama ini masuk ke dalam pangkal batang, menyebabkan daun menguning, layu, dan akhirnya mati kering meskipun tanah di sekitarnya tampak cukup lembap.
Faktor ketiga yang perlu diwaspadai adalah penyakit tular tanah akibat jamur patogen seperti Fusarium atau Pythium yang berkembang biak saat drainase terganggu atau ketika media tanam terlalu padat. Jamur ini menyerang sistem perakaran, membusukkan serabut akar, sehingga tanaman kehilangan kemampuan menyerap air dan hara secara optimal.
Untuk memulihkan serai yang layu di musim kemarau, kita harus melakukan diagnosis yang tepat apakah tanaman kekurangan air, terserang hama, atau mengalami kebusukan akar. Tindakan penanganan yang cepat dan terarah akan menyelamatkan rumpun serai Anda agar tetap produktif menghasilkan minyak atsiri dan dapur tetap mengepul.