Untuk menjaga kelembapan zona perakaran serai di musim kemarau, penyiraman harus dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah pukul 16.00. Setiap rumpun membutuhkan sekitar 2 sampai 3 liter air per aplikasi penyiraman. Penambahan mulsa organik berupa jerami padi atau rumput kering setebal 5 hingga 10 cm di sekeliling piringan rumpun sangat efektif menekan penguapan air tanah hingga 40 persen.
Selain faktor air, pemupukan rutin sangat menentukan kesegaran daun serai. Aplikasi pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 1 sampai 2 kilogram per rumpun setiap 2 bulan sekali akan menyuplai unsur hara nitrogen yang diperlukan untuk pembentukan klorofil. Apabila tanah terlampau padat dan miskin hara, perakaran serai tidak dapat berkembang optimal sehingga penyerapan nutrisi terhambat dan memicu gejala klorosis atau daun menguning seragam dari daun bagian bawah.
Sanitasi rumpun melalui pemangkasan daun kuning dan daun kering wajib dilakukan setiap 3 sampai 4 minggu sekali. Potong daun yang menguning menggunakan gunting pangkas bersih sekitar 5 cm dari pangkal batang. Penataan jarak tanam ideal antar rumpun yaitu 50 hingga 75 cm juga penting untuk menjamin sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari penuh selama 6 hingga 8 jam sehari, sehingga pencegahan hama pembawa penyakit dapat berjalan maksimal.






