Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5-10 kg per lubang tanam. Campurkan pupuk kandang dengan tanah galian, lalu biarkan selama 1-2 minggu sebelum bibit ditanam. Setelah bibit berumur 1 bulan, berikan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 50 gram per tanaman, dilarutkan dalam 5 liter air, dan siramkan ke area perakaran. Ulangi setiap 2-3 bulan sekali selama musim hujan.
Pada musim kemarau, kurangi frekuensi pemupukan menjadi setiap 4 bulan sekali karena ketersediaan air terbatas. Jika tanaman menunjukkan gejala kekurangan unsur hara (daun menguning, pertumbuhan lambat), berikan pupuk daun yang mengandung unsur mikro (Zn, Fe, Mn) dengan dosis sesuai label. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman terlalu rimbun dan mengurangi kualitas kayu.
Untuk tanaman secang yang sudah berumur 2-3 tahun, fokus pemupukan pada pupuk kalium (K) dan fosfor (P) untuk merangsang pembentukan kayu dan kandungan brazilin. Gunakan pupuk KCl sebanyak 50 gram per pohon dan SP-36 sebanyak 75 gram per pohon, diberikan setiap 6 bulan sekali. Jika menggunakan pupuk organik cair, aplikasikan setiap 2 minggu sekali dengan dosis 10 ml/liter air pada daun dan batang.