Persiapan benih: Beli benih sambiloto dari toko pertanian atau gunakan biji dari tanaman yang sudah tua. Rendam benih dalam air hangat (50°C) selama 15 menit untuk memecah dormansi, lalu tiriskan. Semai benih di tray semai atau polybag kecil berisi campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Tabur 2-3 biji per lubang sedalam 0.5 cm, tutup tipis dengan tanah. Siram dengan spray halus setiap pagi dan sore agar media tetap lembab. Benih akan berkecambah dalam 7-14 hari. Setelah berumur 3-4 minggu (tinggi 5-10 cm), bibit siap dipindahkan ke lahan.
Pengolahan lahan: Gemburkan tanah sedalam 20-30 cm, buat bedengan lebar 100-120 cm dan tinggi 30 cm untuk drainase. Campurkan pupuk kandang matang 10-15 ton/ha atau 1-2 kg/m². Beri jarak tanam 40x50 cm (lubang tanam sedalam 10 cm). Pindahkan bibit sore hari, tanam satu bibit per lubang, padatkan tanah di pangkal batang. Siram segera. Perawatan: siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu. Beri pupuk NPK 16-16-16 dosis 5 gram per tanaman setiap 2 minggu mulai umur 2 minggu hingga panen. Untuk pengendalian hama (kutu daun, ulat), gunakan pestisida nabati seperti larutan bawang putih atau neem. Jangan gunakan pestisida kimia berlebihan.
Panen sambiloto bisa dilakukan saat tanaman berumur 3-4 bulan setelah tanam, atau saat tanaman sudah memiliki 6-8 pasang daun dan batang mulai berkayu. Petik daun dan ranting muda (pucuk) dengan tangan atau gunting. Panen dilakukan pagi hari saat kandungan senyawa aktif maksimal. Panen pertama biasanya menghasilkan 1-2 kg daun segar per 10 m². Selanjutnya, panen bisa dilakukan setiap 1-2 bulan sekali dengan memotong batang setinggi 10-15 cm dari tanah agar tunas baru tumbuh. Tanaman sambiloto bisa produktif hingga 2-3 tahun. Daun segar bisa langsung digunakan atau dikeringkan di tempat teduh selama 3-5 hari. Simpan dalam wadah kedap udara.