Siapkan lahan dengan menggemburkan tanah sedalam 20–30 cm. Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 2–3 kg per meter persegi. Buat bedengan selebar 1 meter dengan tinggi 20–30 cm jika tanah Anda mudah tergenang. Tanam rimpang dengan mata tunas menghadap ke atas, kedalaman 5–7 cm, jarak tanam 40×50 cm. Setelah tanam, siram secukupnya dan tutup permukaan bedengan dengan mulsa jerami atau sekam padi setebal 5–10 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Perawatan utama meliputi penyiraman 2 kali sehari jika tidak hujan, penyiangan gulma setiap 2 minggu, dan pemupukan susulan pada umur 1 dan 3 bulan setelah tanam menggunakan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5–10 gram per tanaman (dilarutkan dalam air). Penyiraman dikurangi saat memasuki fase pematangan rimpang (umur 6–7 bulan) agar rimpang tidak busuk. Hama utama adalah ulat daun dan kutu daun; kendalikan dengan penyemprotan ekstrak daun mimba atau insektisida nabati lainnya sesuai petunjuk label.
Panen temu kunci dilakukan saat tanaman berumur 8–10 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning dan batang rebah. Gali rimpang dengan hati-hati menggunakan garpu atau cangkul, lalu bersihkan dari tanah. Rimpang segar bisa langsung digunakan atau disimpan di lemari es selama 2–3 minggu. Untuk bibit, pilih rimpang yang sehat dan simpan di tempat kering dan teduh. Hasil panen rata-rata 1–2 kg rimpang per rumpun, tergantung kesuburan tanah dan perawatan.