Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 30 cm, buat bedengan lebar 1 m jika drainase buruk. Jarak tanam 3 x 3 m untuk pohon, atau 2 x 2 m untuk pagar hidup. Lubang tanam 40x40x40 cm, beri pupuk kandang matang 5 kg per lubang, diamkan 1 minggu. Bibit bisa dari biji (direndam air hangat 12 jam) atau stek batang sepanjang 30 cm. Tanam 1 bibit per lubang, siram secukupnya.
Perawatan: siram 2–3 kali seminggu hingga tanaman berumur 3 bulan, kemudian 1–2 kali seminggu saat kemarau. Pupuk NPK 15-15-15 50 g/pohon setiap 3 bulan pada musim hujan. Pangkas cabang kering dan tunas air agar batang utama kokoh. Penyiangan gulma rutin sebulan sekali. Secang mulai berbunga umur 2–3 tahun, panen kayu bisa dilakukan umur 3–4 tahun dengan memotong batang berdiameter 5 cm.
Panen: kayu secang dipanen saat musim kemarau agar kadar air rendah. Potong batang utama setinggi 30 cm dari tanah agar tunas baru tumbuh (coppicing). Kayu dijemur 3–5 hari hingga kadar air <12%, lalu disimpan di tempat kering. Hasil panen per pohon sekitar 10–20 kg kayu kering per tahun. Secang bisa dipanen setiap 2–3 tahun sekali dengan sistem tebang pilih.