Panduan Lengkap Menanam Secang dari Awal sampai Panen

Secang (Caesalpinia sappan) mudah ditanam di pekarangan dengan perawatan minimal, cocok untuk pemula.

Jawaban singkat

Secang adalah tanaman perdu atau pohon kecil yang tumbuh subur di Indonesia. Kayu secang mengandung brazilin yang memberi warna merah alami dan sering digunakan sebagai minuman herbal atau pewarna. Tanaman ini cocok ditanam di dataran rendah hingga 1000 mdpl, dengan curah hujan 750–2000 mm/tahun. Musim tanam terbaik awal musim hujan (Oktober–November), namun bisa ditanam sepanjang tahun dengan pengairan cukup.

Ringkas: Secang

Cahaya
Sinar matahari penuh
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat muda, 1-2 kali seminggu saat dewasa
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November) atau sepanjang tahun dengan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini mudah beradaptasi, cocok untuk pemula.

Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 30 cm, buat bedengan lebar 1 m jika drainase buruk. Jarak tanam 3 x 3 m untuk pohon, atau 2 x 2 m untuk pagar hidup. Lubang tanam 40x40x40 cm, beri pupuk kandang matang 5 kg per lubang, diamkan 1 minggu. Bibit bisa dari biji (direndam air hangat 12 jam) atau stek batang sepanjang 30 cm. Tanam 1 bibit per lubang, siram secukupnya.

Perawatan: siram 2–3 kali seminggu hingga tanaman berumur 3 bulan, kemudian 1–2 kali seminggu saat kemarau. Pupuk NPK 15-15-15 50 g/pohon setiap 3 bulan pada musim hujan. Pangkas cabang kering dan tunas air agar batang utama kokoh. Penyiangan gulma rutin sebulan sekali. Secang mulai berbunga umur 2–3 tahun, panen kayu bisa dilakukan umur 3–4 tahun dengan memotong batang berdiameter 5 cm.

Panen: kayu secang dipanen saat musim kemarau agar kadar air rendah. Potong batang utama setinggi 30 cm dari tanah agar tunas baru tumbuh (coppicing). Kayu dijemur 3–5 hari hingga kadar air <12%, lalu disimpan di tempat kering. Hasil panen per pohon sekitar 10–20 kg kayu kering per tahun. Secang bisa dipanen setiap 2–3 tahun sekali dengan sistem tebang pilih.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan: gemburkan tanah, buat bedengan, dan lubang tanam 40x40x40 cm dengan jarak 3x3 m.
  2. Tanam bibit: rendam biji dalam air hangat 12 jam, atau gunakan stek batang 30 cm. Tanam 1 bibit per lubang, siram.
  3. Rawat tanaman: siram rutin, beri pupuk NPK 50 g/pohon setiap 3 bulan, pangkas cabang kering, dan bersihkan gulma.
  4. Panen kayu: potong batang berdiameter minimal 5 cm pada musim kemarau, jemur 3–5 hari, simpan di tempat kering.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama secang mulai berbuah?

Secang berbunga umur 2–3 tahun, namun kayu siap panen umur 3–4 tahun.

Apakah secang bisa ditanam di pot?

Bisa, namun pertumbuhannya terbatas. Gunakan pot diameter minimal 50 cm.

Bagaimana cara memperbanyak secang?

Perbanyakan dengan biji (direndam air hangat) atau stek batang sepanjang 30 cm.

Hama apa yang sering menyerang secang?

Ulat daun dan kutu putih. Atasi dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba.

Kapan waktu panen yang tepat?

Panen saat musim kemarau, setelah batang berdiameter minimal 5 cm.

Apakah secang tahan kekeringan?

Tanaman dewasa cukup tahan, namun bibit muda perlu disiram rutin.

Lebih lanjut tentang Secang

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.