Pilih umbi benih siap tanam berukuran sedang dengan bobot 3-4 gram per umbi yang sudah disimpan selama 2-3 bulan dan memiliki bakal tunas hijau sepanjang 0,5 cm di ujungnya. Potong sepertiga bagian ujung umbi benih menggunakan pisau bersih untuk merangsang tumbuhnya tunas secara serempak dan memperbanyak anakan umbi. Tanam benih dengan jarak 15 x 15 cm, benamkan sekitar dua pertiga bagian umbi ke dalam tanah gembur, lalu tekan perlahan tanpa memadatkan tanah di atasnya.
Penyiraman pada musim kemarau dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 06.00-08.00 dan sore hari pukul 16.00-17.00 hingga umur 10 hari setelah tanam (HST), kemudian dikurangi menjadi satu kali sehari. Berikan pemupukan susulan pertama pada umur 10-15 HST dengan unsur hara nitrogen dan fosfat yang seimbang, diikuti pemupukan susulan kedua pada umur 30-35 HST yang diperkaya unsur kalium tinggi untuk memicu pemadatan dan pembesaran umbi. Pembumbunan tanah di sekeliling perakaran dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan agar posisi umbi tegak dan terlindung dari sengatan matahari langsung.
Bawang merah siap dipanen pada umur 55-65 HST ketika 60-70% daun telah menguning dan leher batang mulai melemas atau rebah ke tanah. Lakukan pemanenan pada pagi hari yang cerah dengan memegang pangkal daun dan mencabut tanaman secara perlahan agar umbi tidak tertinggal di dalam tanah. Setelah dipanen, keringkan bawang merah melalui proses penjemuran di bawah sinar matahari langsung selama 2-3 hari, dilanjutkan dengan pengeringan angin di rak berventilasi selama 1-2 minggu hingga kadar air umbi menyusut dan kulit luar berwarna merah mengkilap.