Penyebab pertama yang paling sering ditemui adalah kekurangan suplai air harian akibat pengairan yang tidak merata di lahan tegalan atau sawah tadah hujan. Pada musim kemarau, laju penguapan air dari daun sangat tinggi, sehingga tanaman bawang putih membutuhkan penyiraman sebanyak dua kali sehari pada fase awal pertumbuhan dan minimal satu kali sehari saat pembentukan umbi.
Selain faktor cuaca, layu pada bawang putih juga bisa dipicu oleh serangan jamur patogen tular tanah seperti Fusarium oxysporum atau bakteri Pseudomonas solanacearum yang menyumbat jaringan pengangkutan air. Patogen ini aktif merusak sistem perakaran ketika kondisi tanah terlalu lembap akibat drainase yang buruk atau sisa jerami busuk dari musim panen padi sebelumnya.
Langkah penanganan yang tepat harus segera diaplikasikan berdasarkan hasil diagnosis lapangan agar tidak berujung pada kegagalan panen total. Petani dianjurkan untuk memperbaiki jadwal irigasi, mencabut tanaman yang terinfeksi parah untuk mencegah penularan, serta berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian di BPP setempat untuk pemilihan tindakan teknis lanjutan.