Penyebab pertama dan paling umum adalah kekurangan air. Pada musim kemarau, tanah cepat kering. Ciri khasnya: daun layu pada siang hari, tetapi segar kembali pada pagi atau setelah hujan. Tanah tampak kering dan retak. Solusinya: siram secara teratur, pagi dan sore, pastikan air meresap hingga akar. Beri mulsa jerami atau daun kering untuk menjaga kelembaban tanah.
Penyebab kedua adalah jamur Fusarium atau Rhizoctonia yang menyerang akar, terutama jika tanah terlalu basah karena penyiraman berlebihan. Cirinya: layu permanen, daun menguning, batang bagian bawah menghitam, dan akar membusuk. Solusinya: segera cabut tanaman sakit, jangan ditanam kembali di tempat yang sama. Perbaiki drainase, kurangi penyiraman, dan tanam varietas tahan. Untuk pencegahan, gunakan kompos yang sudah matang dan hindari genangan.
Penyebab ketiga adalah hama penggerek batang atau ulat tanah. Cirinya: ada lubang kecil di batang atau pangkal batang, tanaman layu mendadak, dan terkadang ada kotoran hama. Solusinya: periksa batang, bila ada ulat, ambil secara manual. Gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai. Jaga kebersihan lahan dari gulma. Jika serangan parah, rotasi tanaman dengan jenis lain.