Penyiraman tanaman bawang putih pada musim kemarau perlu dijadwalkan secara rutin sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter per meter persegi bedengan. Kekurangan air pada fase pembentukan daun dan permulaan umbi memicu pemecahan klorofil secara prematur, sehingga daun bagian bawah mengering dan menguning lebih cepat dari siklus alaminya.
Pemberian pupuk susulan berbasis nitrogen seperti urea atau ZA sebanyak 40 hingga 50 gram per meter persegi pada umur 4 dan 8 minggu setelah tanam sangat penting untuk mempertahankan kesegaran daun. Namun, pemberian nutrisi harus seimbang dengan pemupukan kalium untuk memperkuat struktur jaringan daun agar tahan terhadap cuaca terik musim kemarau.
Pembersihan gulma dan pemangkasan daun tua yang terinfeksi secara berkala setiap 7 hari sekali terbukti menekan populasi hama penyedot cairan daun. Menjaga jarak tanam ideal 10 x 15 centimeter juga menjamin sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman tetap lancar sehingga mengurangi tingkat stres tanaman.






