Daun Secang Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun secang yang menguning bisa disebabkan oleh beberapa faktor; kenali cirinya dan atasi dengan tepat.

Jawaban singkat

Daun secang (Caesalpinia sappan) yang menguning sering membuat petani khawatir. Padahal, penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kekurangan unsur hara, serangan hama, hingga masalah drainase. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh sepanjang tahun, tetapi gejala kuning lebih sering muncul di musim kemarau atau saat tanah terlalu basah. Mari kita bedah satu per satu penyebabnya.

Ringkas: Secang

Cahaya
Sinar matahari penuh
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat muda, 1-2 kali seminggu saat dewasa
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November) atau sepanjang tahun dengan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini mudah beradaptasi, cocok untuk pemula.

Penyebab pertama adalah kekurangan nitrogen (N). Ciri khasnya: daun tua menguning merata dimulai dari ujung, sementara daun muda tetap hijau. Ini sering terjadi di tanah berpasir atau setelah hujan lebat yang melarutkan nitrogen. Solusinya: beri pupuk kandang matang (2-3 kg per pohon) setiap 2 bulan, atau siram dengan air cucian beras seminggu sekali.

Penyebab kedua adalah serangan kutu putih (Planococcus). Daun menguning tidak merata, ada bercak kuning, dan terdapat lapisan lilin putih di permukaan daun atau batang. Kutu ini menghisap cairan daun. Atasi dengan menyemprot larutan sabun cair (1 sendok makan sabun + 1 liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Jika parah, konsultasikan ke BPP setempat untuk insektisida yang tepat.

Penyebab ketiga adalah drainase buruk. Daun menguning dan layu, tanah becek, dan akar berbau busuk. Ini sering terjadi di musim hujan di lahan lempung. Solusinya: buat saluran drainase keliling bedengan, atau pindah tanaman ke tempat lebih tinggi. Hindari genangan lebih dari 24 jam. Jika sudah parah, ganti tanah di sekitar akar dengan campuran pasir dan kompos.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Nitrogen

Ciri: Daun tua menguning merata dari ujung, daun muda tetap hijau.

Solusi: Pupuk kandang matang 2-3 kg per pohon setiap 2 bulan, atau siram air cucian beras seminggu sekali.

Serangan Kutu Putih

Ciri: Daun menguning tidak merata, ada bercak kuning, lapisan lilin putih di daun/batang.

Solusi: Semprot larutan sabun cair (1 sdm sabun + 1 liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu.

Drainase Buruk

Ciri: Daun menguning dan layu, tanah becek, akar berbau busuk.

Solusi: Buat drainase keliling bedengan, pindah ke tempat lebih tinggi, hindari genangan >24 jam.

Langkah-langkah

  1. Periksa pola kuning: merata (kekurangan N) atau bercak (hama).
  2. Cek kelembaban tanah: jika becek, perbaiki drainase; jika kering, tambah mulsa.
  3. Aplikasi pupuk organik jika gejala kekurangan N.
  4. Jika ada hama, semprot larutan sabun atau konsultasi ke BPP.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun secang kuning bisa diatasi dengan pupuk urea?

Bisa, jika penyebabnya kekurangan nitrogen. Gunakan pupuk urea sesuai dosis anjuran (biasanya 100-200 gram per pohon) dan siram setelah aplikasi.

Berapa lama daun secang pulih setelah diberi pupuk?

Biasanya 1-2 minggu setelah pemupukan, daun akan mulai hijau kembali.

Apakah kutu putih bisa menyebar ke tanaman lain?

Ya, kutu putih mudah menular ke tanaman sekitar. Pisahkan tanaman terserang dan semprot insektisida nabati.

Bagaimana cara membuat drainase yang baik untuk secang?

Buat parit sedalam 30 cm di sekeliling bedengan, arahkan ke saluran pembuangan. Pastikan air tidak menggenang lebih dari 24 jam.

Apakah secang tahan kekeringan?

Secang cukup tahan kekeringan, tetapi daun bisa menguning jika kekurangan air ekstrem. Siram 2-3 kali seminggu saat kemarau.

Apa tanda kelebihan air pada secang?

Daun menguning, layu, dan rontok. Tanah becek dan akar berbau busuk. Segera perbaiki drainase.

Lebih lanjut tentang Secang

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.