Pertama, periksa kondisi media tanam. Genangan air akibat drainase buruk bisa menyebabkan akar busuk dan daun menguning. Ciri khasnya: daun layu, kuning merata, dan tanah lembap basah. Kedua, kekurangan unsur hara, terutama nitrogen. Daun kuning dimulai dari daun tua bawah, dengan tulang daun tetap hijau. Ketiga, serangan hama seperti kutu kebul (Bemisia tabaci) atau tungau. Daun menguning tidak merata, ada bercak, dan sering ada serangga kecil di balik daun.
Keempat, penyakit jamur seperti bercak daun (Cercospora) atau antraknosa. Ciri: bercak kuning kecokelatan dengan tepi gelap, menyebar cepat di musim hujan. Kelima, stres lingkungan seperti suhu ekstrem atau sinar matahari terlalu terik. Daun menguning di sisi terpapar, terutama saat musim kemarau panas. Terakhir, faktor usia: daun tua yang menguning secara alami dan rontok, biasanya di bagian bawah tanaman.
Untuk mengatasinya, lakukan langkah bertahap. Perbaiki drainase dengan menambahkan pasir atau meninggikan bedengan. Beri pupuk organik cair (POC) kaya nitrogen, seperti dari urine sapi atau daun gamal, setiap 1-2 minggu. Semprotkan pestisida nabati, misalnya ekstrak daun mimba atau bawang putih, untuk mengusir hama. Jika terserang jamur, kurangi penyiraman dan tingkatkan sirkulasi udara. Pangkas daun yang parah dan bakar. Konsultasi dengan penyuluh setempat jika gejala meluas.