Penyebab pertama adalah genangan air. Temu kunci tidak tahan becek; akar yang terendam akan membusuk sehingga daun menguning dan layu. Ciri khasnya: tanah basah terus-menerus, daun menguning dari bawah ke atas, dan bau tanah asam. Solusinya: buat saluran drainase, naikkan bedengan, atau pindahkan ke tempat yang lebih kering. Kurangi penyiraman hingga tanah mengering.
Penyebab kedua adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Daun yang menguning merata dengan tulang daun tetap hijau menandakan defisiensi N. Jika menguning di sela-sela tulang daun (interveinal), itu kekurangan Mg. Solusinya: beri pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang (2-3 kg per meter persegi setiap 2 bulan) atau semprot pupuk daun yang mengandung N dan Mg sesuai dosis anjuran.
Penyebab ketiga adalah serangan jamur atau bakteri. Bercak kuning yang meluas menjadi coklat dan basah bisa jadi penyakit layu bakteri atau bercak daun. Ciri: daun menguning tidak merata, ada bercak, dan layu mendadak. Solusinya: pangkas daun yang sakit, jaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik, dan hindari penyiraman di atas daun. Jika parah, konsultasikan ke BPP setempat untuk pengendalian hayati atau fungisida/bakterisida yang sesuai.