Penyebab utama daun kencur keriting pada musim kemarau terbagi menjadi faktor lingkungan dan serangan hama pengisap cairan seperti thrips serta kutu daun. Pada kondisi udara kering dengan kelembapan di bawah 60 persen, hama thrips berkembang biak sangat cepat dan menyerang pucuk daun muda kencur. Bekas isapan hama ini menyebabkan jaringan daun menebal, kaku, dan melengkung secara tidak normal. Petani disarankan melakukan pemeriksaan rutin minimal dua kali seminggu pada bagian bawah permukaan daun kencur untuk mendeteksi keberadaan hama secara dini.
Pengelolaan air dan naungan menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah keriting daun akibat stres lingkungan di musim kemarau. Tanaman kencur membutuhkan penyiraman rutin sebanyak 1 hingga 2 liter air per meter persegi atau per polybag besar, yang dilakukan pada pagi hari sebelum jam 08.00 atau sore hari setelah jam 16.00. Penggunaan jaring paranet dengan intensitas naungan 30 hingga 50 persen sangat efektif menekan intensitas sinar matahari langsung yang terlalu terik. Selain itu, peneduhan alami dapat memperlambat laju penguapan sehingga daun kencur tetap hijau melebar dan tidak mengkerut.
Untuk mengembalikan kesehatan tanaman kencur yang terlanjur mengalami keriting daun, berikan pembenah tanah berupa kompos matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per meter persegi. Aplikasikan mulsa jerami kering setebal 5 hingga 8 sentimeter di atas permukaan bedengan untuk memelihara kelembapan mikro di sekitar zona perakaran kencur. Kombinasi penyiraman yang teratur, pemberian bahan organik, dan pengendalian hama berbasis praktik ramah lingkungan akan memulihkan pertumbuhan daun baru dalam waktu 14 hingga 21 hari pasca-perlakuan.






