Selain faktor hama, cekaman kekurangan air juga menjadi biang keladi utama daun kencur mengeriting. Tanaman kencur membutuhkan kelembapan tanah yang stabil untuk mendukung pembentukan rimpang dan pembukaan daun baru. Ketika frekuensi penyiraman kurang dari dua kali sehari pada puncak kemarau, tanaman akan mengerutkan daunnya sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengurangi penguapan air yang berlebihan melalui stomata.
Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengamatan visual secara rutin setiap tiga hari sekali pada pagi hari. Perhatikan bagian bawah daun muda menggunakan kaca pembesar jika diperlukan untuk mendeteksi adanya hama atau jejak kotorannya. Jika terbukti ada serangan hama, lakukan pemangkasan pada daun yang keriting parah dan terbakar agar tidak menjadi sarang penularan ke tunas sehat di sekitarnya.
Perbaikan manajemen pengairan menjadi kunci mutlak keberhasilan budidaya kencur di musim kemarau yang kering. Siram tanaman secara rutin pada pagi atau sore hari dengan volume air yang cukup membasahi zona perakaran sedalam 15 sentimeter, serta aplikasikan mulia organik dari jerami padi setebal 5 sentimeter untuk menjaga kelembapan tanah. Pastikan juga untuk memberikan tambahan pupuk organik matang setiap sebulan sekali guna memulihkan vigor tanaman yang stres.