Bawang Merah, Diagnosis dan Solusi Daun Bawang Merah Keriting di Musim Kemarau
Arina Krasnikova / Pexels

Diagnosis dan Solusi Daun Bawang Merah Keriting di Musim Kemarau

Daun bawang merah keriting paling sering disebabkan oleh serangan hama Thrips, penyakit Moler Fusarium, atau defisiensi kalsium akibat cuaca terik musim kemarau.

Jawaban singkat

Gejala daun bawang merah memilin, mengeriting, atau melengkung abnormal kerap menjadi ancaman serius pada budidaya musim kemarau. Pada kondisi suhu udara tinggi mencapai 30 hingga 34 derajat Celsius dan kelembapan rendah, perkembangan hama pengisap cairan daun meningkat pesat. Tanaman bawang merah yang terdampak akan mengalami gangguan fotosintesis secara dramatis, sehingga pembentukan umbi menjadi terhambat dan hasil panen dapat merosot hingga 60 persen jika tidak ditangani sejak dini.

Ringkas: Bawang Merah

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam/hari)
Penyiraman
2 kali sehari pada fase awal, 1 kali sehari menjelang panen
Musim
Musim kemarau (Mei - September)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Drainase tanah sangat penting; bawang merah menyukai panas terik namun tidak tahan genangan air.

Untuk melakukan tindakan penanganan yang tepat, petani perlu melakukan pengamatan rutin pada 10 hingga 20 tanaman sampel di setiap bedengan seminggu sekali. Langkah awal diagnosis adalah memeriksa permukaan bawah daun dan bagian dalam seludang daun. Apabila terlihat bercak keperakan atau guratan putih halus bersama serangga kecil bergerak lincah, indikasi kuat mengarah pada hama Thrips. Sebaliknya, jika tanaman terlihat layu layaknya tergelitik, pangkal membengkak, dan daun terpilin spiral, penyebab utamanya adalah infeksi jamur Fusarium oxysporum atau penyakit Moler.

Pengelolaan irigasi dan nutrisi pada musim kemarau memegang peranan kunci dalam mengendalikan gangguan ini. Penyiraman rutin sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 pagi dan 16.00 sore, sangat dianjurkan untuk menjaga kelembapan tanah konstan dan membilas hama yang menempel pada daun. Hindari pemberian pupuk Nitrogen tunggal secara berlebihan seperti Urea pada suhu terik, karena dapat membuat jaringan daun menjadi sangat lunak dan rentan ditembus oleh hama pengisap maupun spora jamur pathogen.

Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu harus memprioritaskan sanitasi lahan serta penggunaan agen hayati. Pemasangan perangkap pelekat kuning sebanyak 40 hingga 50 lembar per hektar efektif menekan populasi hama dewasa di pertanaman. Apabila tindakan kimiawi terpaksa dilakukan karena ambang ekonomi terlampaui, pastikan untuk membaca petunjuk pada label kemasan pestisida dan berkonsultasi dengan penyuluh pertanian lapangan agar tidak terjadi resistensi hama.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Hama Thrips (Thrips tabaci)

Ciri: Daun mengkerut keriting ke atas, terdapat bercak atau garis keperakan pada permukaan daun, dan ada kotoran hitam kecil di sekitar area keriting.

Solusi: Pasang perangkap pelekat warna kuning, siram daun dengan sprinkler untuk meluruhkan hama, dan semprotkan insektisida nabati berbahan aktif minyak mimba.

Penyakit Moler / Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)

Ciri: Daun memilin meliuk-liuk spiral seperti cacing, tanaman melengkung, dan pangkal umbi tampak membusuk serta berkapang putih.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman terinfeksi, aplikasikan agen hayati Trichoderma sp. pada tanah, dan kocor fungisida bahan aktif sesuai anjuran BPP.

Defisiensi Kalsium dan Boron

Ciri: Ujung daun muda mengerut, kaku, memuntir tidak beraturan, tetapi tidak ada bercak keperakan atau pembusukan pada pangkal umbi.

Solusi: Aplikasikan pupuk daun yang mengandung Kalsium dan Boron terlarut melalui penyemprotan atau pengocoran sesuai petunjuk kemasan.

Infeksi Onion Yellow Dwarf Virus (OYDV)

Ciri: Daun mengkerut kerdil, kaku, muncul garis-garis membujur berwarna kuning pucat pada helai daun.

Solusi: Eradikasi tanaman yang terinfeksi virus, kendalikan serangga vektor (kutu daun/thrips), dan gunakan benih bebas virus bersertifikat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan visual pada bedengan setiap 2 hari sekali untuk mendeteksi gejala awal daun memilin atau berubah warna.
  2. Cabut dan musnahkan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit Moler berat agar spora jamur tidak menular ke tanaman sehat.
  3. Pasang perangkap pelekat kuning (yellow sticky trap) setinggi 10 cm di atas tajuk daun untuk menangkap hama Thrips dewasa.
  4. Atur pola penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari menggunakan gembor atau sprinkler untuk menurunkan suhu sekitar tanaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun bawang merah yang sudah keriting akibat Thrips bisa kembali lurus?

Daun yang sudah rusak parah dan mengerut tidak bisa kembali sempurna, namun tunas atau daun baru yang tumbuh setelah penanganan hama akan tumbuh normal dan lurus.

Bagaimana cara membedakan keriting karena Thrips dan karena penyakit Moler?

Keriting akibat Thrips disertai bekas gorean warna keperakan dan serangga kecil pada daun. Keriting akibat Moler membuat daun terpilin melengkung spiral dari pangkal tanpa ada gorean keperakan.

Apakah air siraman yang terlalu panas di siang hari bisa memicu daun keriting?

Ya, menyiram saat terik matahari siang dapat meningkatkan kelembapan panas di area perakaran (stress termal) yang merusak akar halus dan memicu daun mengkerut.

Mengapa penggunaan pupuk Urea berlebih bisa memperparah daun keriting?

Kandungan Nitrogen tinggi membuat sel tanaman sukulen (lembek) dan dinding sel tipis, sehingga sangat disukai hama pengisap seperti Thrips dan rentan diinfeksi pathogen.

Apakah benih umbi yang disimpan kurang baik bisa menyebabkan daun keriting sejak tumbuh?

Bisa. Benih umbi yang membawa patogen latent (seperti Fusarium) atau virus OYDV dari pertanaman sebelumnya akan menghasilkan bibit bermasalah dengan gejala daun keriting sejak umur muda.

Lebih lanjut tentang Bawang Merah

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.