Penyebab biologis paling sering dari keriting daun kunyit adalah serangan hama penghisap seperti Thrips dan kutu daun (Aphids). Hama-hama mikroskopis ini berkembang biak sangat cepat di cuaca kering dengan kelembapan udara di bawah 60 persen. Mereka merusak sel-sel permukaan bawah daun muda dengan cara menusuk dan menghisap cairan sel, sehingga pertumbuhan jaringan daun tidak seimbang dan mengakibatkan daun tumbuh terdistorsi, melengkung, atau keriting kaku.
Selain hama, cekaman air yang parah akibat penyiraman tidak teratur selama musim kemarau menjadi pemicu fisiologis utama. Tanaman kunyit membutuhkan tanah yang lembap namun tidak tergenang. Ketika pasokan air berkurang drastis di bawah 500 mililiter per rumpun per minggu pada suhu udara di atas 32 derajat Celsius, daun akan menggulung ke dalam untuk mengurangi luas permukaan evaporasi. Jika kondisi ini dibiarkan lebih dari 14 hari, rimpang kunyit di dalam tanah akan kerdil dan gagal membesar.
Untuk mengatasinya, pemulihan harus dilakukan secara terpadu melalui pengaturan irigasi dan sanitasi lahan. Lakukan penyiraman rutin sebanyak 1 hingga 2 liter per rumpun setiap 2 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB. Tambahkan lapisan mulsa organik seperti jerami kering setebal 3 sampai 5 sentimeter di sekitar pangkal batang untuk menjaga kelembapan tanah, serta semprotkan agens hayati atau pembersih organik jika ditemukan populasi hama di bawah daun.






