Gejala awal serangan biasanya luput dari perhatian petani karena terjadi di dalam tanah, di mana ujung akar mulai berubah warna menjadi kecoklatan lalu menghitam dan melunak. Ketika rimpang sudah terinfeksi, jaringan di dalamnya akan berair, berbau busuk menyengat, dan daun tanaman di atas permukaan tanah mulai menguning serta layu terkulai.
Faktor pemicu utama di lapangan adalah sistem drainase lahan yang buruk sehingga air hujan menggenang di sekitar rumpun jahe selama lebih dari 24 jam. Selain itu, penggunaan benih yang sudah membawa bibit penyakit dari musim sebelumnya atau media tanam yang terlalu padat tanpa rongga udara turut memperparah tingkat keparahan serangan di kebun.
Penanganan yang efektif harus memadukan perbaikan struktur tanah agar tidak padat, pengaturan saluran pembuangan air secara berkala, serta pemusnahan tanaman sakit agar tidak menular ke rumpun sehat di sekitarnya. Tindakan pencegahan preventif jauh lebih diutamakan daripada mengobati tanaman yang rimpangnya telanjur rusak parah akibat pembusukan.