Kunyit, Akar Kunyit Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi
Karl Solano / Pexels

Akar Kunyit Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi

Pembusukan akar dan rimpang kunyit sering terjadi di musim hujan akibat genangan air serta serangan patogen tanah yang merusak hasil panen.

Jawaban singkat

Tanaman kunyit (Curcuma longa) sangat rentan mengalami pembusukan akar dan rimpang saat memasuki puncak musim hujan antara bulan November hingga Maret di Indonesia. Kelembapan tanah yang terlalu tinggi akibat drainase yang buruk memicu perkembangan cendawan dan bakteri patogen di dalam tanah. Kondisi tanah yang tergenang membuat akar kekurangan oksigen, sehingga jaringan perakaran menjadi lemah dan mudah terinfeksi.

Ringkas: Kunyit

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembaban, hindari genangan)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat adaptif terhadap berbagai jenis tanah di Indonesia.

Gejala busuk akar dapat diamati dari perubahan warna daun yang menguning serta layu mulai dari bagian bawah, batang basah melunak, serta bau busuk yang menyengat ketika rimpang digali. Jika curah hujan melebihi 250 mm per bulan tanpa adanya bedengan setinggi 30 hingga 40 cm, tingkat kerusakan rimpang bisa mencapai 60 sampai 80 persen dari total populasi lahan pertanian.

Pencegahan harus dilakukan sejak awal penanaman dengan pengolahan tanah yang baik, pemberian kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1 hingga 2 ton per hektar untuk menjaga pH tanah pada angka 6,0 sampai 6,8, serta penggunaan agen hayati Trichoderma spp. saat penyiapan media tanam. Penyiangan gulma rutin dilakukan setiap 3 minggu sekali agar sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap terjaga dengan optimal.

Jika serangan busuk akar sudah terjadi di lahan, segera bongkar tanaman yang terinfeksi dan musnahkan bagian yang rusak jauh dari area perkebunan. Keringkan tanah bekas tanaman tersebut selama 7 hingga 14 hari di bawah terik matahari, lalu taburkan bahan organik terdekomposisi matang sebelum melakukan penyulaman bibit baru.

Penyebab & Cara Mengatasi

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Batang melunak, mengeluarkan lendir putih berbau busuk jika dipotong dan dicelupkan ke air bening, serta daun meliuk layu dengan sangat cepat.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman terserang, perbaiki drainase lahan, serta berikan perlakuan tanah dengan agen hayati antagonis.

Busuk Rimpang Cendawan (Pythium aphanidermatum / Fusarium spp.)

Ciri: Daun menguning bertahap dari tepi, rimpang berubah cokelat gelap basah tanpa lendir berbau menyengat, serta terdapat bercak cokelat pada pangkal batang.

Solusi: Gunakan rimpang benih yang sehat, tingkatkan tinggi bedengan untuk mengurangi kelembapan, dan aplikasikan bio-fungisida secara berkala.

Drainase Buruk & Genangan Air (Asfiksia Akar)

Ciri: Akar menghitam lunak tanpa bau menyengat atau lendir khas bakteri, serta pertumbuhan tanaman stagnan saat curah hujan tinggi secara beruntun.

Solusi: Buat parit drainase sedalam 40 cm di sekeliling bedengan dan gemburkan tanah di sekitar area perakaran secara perlahan.

Langkah-langkah

  1. Isolasi dan cabut tanaman kunyit yang menunjukkan gejala pembusukan hingga ke batas akar paling luar agar tidak menular.
  2. Buang rimpang dan akar yang membusuk ke dalam wadah tertutup atau bakar di luar area perkebunan, jangan dicampur ke dalam kompostan.
  3. Taburkan kapur dolomit atau abu dapur pada lubang bekas tanaman terserang untuk menetralkan keasaman tanah dan menekan patogen.
  4. Perbaiki parit drainase antar-bedengan dengan kedalaman minimal 30 hingga 40 cm agar air hujan langsung mengalir lancar tanpa menggenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah rimpang kunyit yang terkena busuk akar masih bisa dikonsumsi?

Rimpang yang sudah membusuk, berbau, atau berlendir tidak boleh dikonsumsi karena telah terkontaminasi mikroorganisme dan toksin yang berbahaya bagi kesehatan.

Berapa tinggi bedengan yang ideal untuk menanam kunyit di musim hujan?

Bedengan sebaiknya dibuat dengan tinggi 30 hingga 40 cm dan lebar 100 cm untuk mencegah air menggenangi sistem perakaran kunyit.

Mengapa daun kunyit tiba-tiba menguning dan layu saat hujan deras?

Hal ini biasanya merupakan tanda awal pembusukan akar akibat tanah terlalu basah atau serangan patogen tanah yang merusak jaringan pembuluh air.

Tanaman apa yang cocok untuk rotasi lahan bekas kunyit yang terkena busuk akar?

Rotasikan lahan dengan tanaman jagung, kacang tanah, atau tanaman legum lainnya yang bukan merupakan inang dari patogen tanaman rimpang.

Lebih lanjut tentang Kunyit

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.