Kemangi, Akar Kemangi Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi
Rachel Claire / Pexels

Akar Kemangi Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi

Penyakit busuk akar pada kemangi sering kali dipicu oleh drainase media tanam yang buruk dan kelembapan tanah yang terlalu tinggi selama musim hujan.

Jawaban singkat

Musim hujan dengan curah hujan tinggi di Indonesia, yang sering melebihi 300 mm per bulan, menjadi tantangan utama bagi pekebun kemangi. Tanaman kemangi yang ditanam di pot maupun lahan terbuka sangat rentan mengalami pembusukan sistem akar apabila tanah tergenang air lebih dari 2 jam setelah hujan deras.

Ringkas: Kemangi

Cahaya
Penuh (minimal 6 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (1-2 kali sehari tergantung cuaca)
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman sangat responsif terhadap pemangkasan dan pupuk organik.

Gejala awal serangan busuk akar pada kemangi ditandai dengan daun yang melayu dan menguning secara mendadak meskipun tanah terlihat basah. Jika tanaman dicabut dari media, akar yang seharusnya berwarna putih segar berubah menjadi cokelat kehitaman, terasa lunak berair, berbau busuk, dan mudah putus saat dipegang.

Untuk mencegah penyebaran infeksi patogen tanah seperti Pythium sp., lakukan penyiraman secukupnya yaitu 1 kali sehari pada pagi hari jika tidak ada hujan, atau hentikan penyiraman sama sekali saat hujan turun setiap hari. Pemangkasan rutin 2 hingga 3 cm pada pucuk tanaman setiap 2 minggu juga membantu membatasi beban evaporasi tanaman yang akarnya terganggu.

Pengelolaan media tanam dengan menambahkan racikan pasir malang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1 pada tanah gembur akan meningkatkan porositas media. Langkah sanitasi lahan dengan mencabut tanaman yang terinfeksi parah dan membuangnya jauh dari area kebun sangat efektif menekan penularan spora jamur.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Jamur Pythium sp. (Busuk Akar Basah)

Ciri: Akar terasa sangat lunak, berair, berwarna cokelat gelap hingga hitam, berbau busuk menyengat, dan jaringan kulit akar mudah terkelupas.

Solusi: Cabut tanaman terinfeksi parah, kurangi frekuensi penyiraman, dan perbaiki porositas media tanam dengan menambahkan arang sekam.

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Tanaman layu mendadak saat siang hari tetapi tampak segar kembali di malam hari pada fase awal, akar membusuk tanpa bau asam yang menyengat.

Solusi: Musnahkan tanaman terpapar, aplikasi kapur pertanian untuk menetralkan pH tanah di atas 6,5, dan lakukan rotasi tanaman.

Drainase Buruk dan Pemadatan Media

Ciri: Akar berwarna cokelat muda, pertumbuhan tanaman kerdil, daun bagian bawah menguning bertahap dari bawah ke atas.

Solusi: Ganti media tanam dengan campuran tanah gembur, arang sekam, dan kompos (1:1:1), serta pastikan lubang drainase pot lancar.

Langkah-langkah

  1. Isolasi atau cabut tanaman kemangi yang menunjukkan gejala layu dan busuk akar parah agar tidak menulari tanaman sehat di sekitarnya.
  2. Periksa dan perbaiki sistem drainase media tanam di pot atau buat guludan setinggi 30 cm di lahan terbuka agar air hujan cepat mengalir.
  3. Pangkas bagian akar yang membusuk menggunakan gunting bersumber steril jika kerusakan belum mencapai lebih dari 50 persen dari total volume akar.
  4. Ganti media tanam bekas serangan penyakit dengan media baru yang poros, steril, serta kaya akan bahan organik seperti campuran arang sekam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kemangi yang terkena busuk akar masih bisa diselamatkan?

Bisa diselamatkan jika kerusakan akar belum mencapai 50 persen. Segera pangkas akar yang busuk, pindahkan ke media tanam kering dan bersih, serta pangkas separuh daunnya.

Mengapa daun kemangi layu padahal tanahnya sangat basah?

Kelayuan terjadi karena akar tanaman membusuk dan mati sehingga tidak mampu lagi menyerap air dan nutrisi untuk disalurkan ke daun.

Berapa racikan media tanam ideal untuk kemangi di musim hujan?

Racikan ideal adalah tanah gembur, arang sekam, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:2:1 agar air hujan langsung mengalir lancar.

Bisakah penyakit busuk akar menular ke tanaman rempah lainnya?

Ya, patogen penyebab busuk akar dapat menyebar melalui aliran air siraman atau genangan air hujan yang mengenai tanaman sehat di sekitarnya.

Lebih lanjut tentang Kemangi

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.