Berdasarkan pengalaman di lapangan, musim kemarau panjang memicu peningkatan populasi hama mikro yang menyerang pucuk daun muda lengkuas. Hama ini menyusup ke dalam gulungan daun yang belum membuka, mengisap cairan sel, dan meninggalkan bekas luka berupa keriput serta keriting yang parah pada lembaran daun seiring pertumbuhannya.
Selain serangan hama, faktor fisiologis seperti kekurangan pasokan air irigasi juga menjadi pemicu utama daun lengkuas melengkung dan mengeriting. Ketika tanah di sekitar rumpun lengkuas mengalami kekeringan ekstrem, tanaman secara alami akan menggulung daunnya untuk meminimalkan laju penguapan air melalui stomata.
Untuk memulihkan kebun lengkuas Anda, mulailah dengan melakukan penyiraman secara rutin sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari saat kemarau terik. Lakukan pembersihan gulma secara berkala di sekitar rumpun dan pangkas bagian daun yang terserang parah agar tidak menjadi sumber penularan bagi tunas baru yang sehat.