Lengkuas, Daun Lengkuas Keriting: Penyebab, Diagnosis, dan Solusi Praktis
No machine-readable author provided. McLeod assumed (based on copyright claims). / BY-SA

Daun Lengkuas Keriting: Penyebab, Diagnosis, dan Solusi Praktis

Daun lengkuas yang menggulung atau keriting saat musim kemarau umumnya disebabkan oleh serangan hama pengisap cairan atau stres kekeringan yang berlebihan.

Jawaban singkat

Pada musim kemarau di Indonesia yang berlangsung antara Mei hingga September, tanaman lengkuas sering menghadapi tekanan lingkungan dan hama. Daun lengkuas keriting merupakan tanda bahwa tanaman sedang mengalami gangguan metabolisme atau serangan organisme pengganggu tumbuhan. Ketika curah hujan turun di bawah 100 mm per bulan, kelembapan udara merosot dan suhu udara sering melampaui 32 derajat Celsius, memicu respons pertahanan tanaman berupa penggulungan daun untuk mengurangi laju transpirasi.

Ringkas: Lengkuas

Cahaya
Naungan parsial hingga sinar matahari penuh
Penyiraman
Sedang, siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Sepanjang tahun (tanam awal musim hujan untuk hasil terbaik)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tahan di berbagai jenis tanah asal drainase baik. Cocok untuk pemula.

Selain faktor lingkungan, hama pengisap seperti thrips, tungau merah, dan kutu daun berkembang sangat cepat pada kondisi kering dan hangat. Populasi thrips dapat berlipat ganda dalam waktu 7 hingga 10 hari pada musim kemarau. Hama-hama ini menusuk dan mengisap cairan sel daun muda lengkuas, menyebabkan sel-sel permukaan daun tumbuh tidak seimbang sehingga daun melengkung, mengkerut, dan tumbuh tidak sempurna.

Serangan hama pengisap yang tidak terkendali juga berisiko menularkan virus lokal yang menyebabkan penyakit mosaik atau keriting permanen. Jika tanaman kekurangan air berlarut-larut selama lebih dari 2 minggu tanpa penyiraman, sistem perakaran rimpang lengkuas akan memperlambat penyerapan hara, membuat daun muda menyusut dan menguning di bagian pinggirnya sebelum akhirnya mengering total.

Solusi terpadu meliputi pemberian air secara teratur sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu pada pagi hari dengan volume 3 hingga 5 liter per rumpun. Penambahan mulsa jerami padi setebal 5 hingga 10 cm di sekitar piringan rimpang sangat efektif menjaga kelembapan tanah. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 buah per hektar serta pemangkasan daun yang terinfeksi parah dapat menekan populasi hama pengisap secara signifikan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Hama Thrips dan Kutu Daun (Aphids)

Ciri: Daun melengkung ke atas, terdapat bercak keperakan atau kehitaman di permukaan bawah daun muda.

Solusi: Semprotkan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau sabun kalium, serta pasang perangkap kuning berperekat.

Tungau Merah (Spider Mites)

Ciri: Daun mengkerut ke bawah, berwarna perunggu kusam, dan terdapat jaring halus di balik daun.

Solusi: Tingkatkan kelembapan mikro dengan pengabutan air dan aplikasikan sulfur nabati atau minyak hortikultura.

Stres Kekurangan Air (Drought Stress)

Ciri: Daun menggulung rapi sepanjang tulang daun tanpa adanya bercak hama, tanah di sekitar rumpun memadat dan retak.

Solusi: Lakukan penyiraman teratur 2 hingga 3 kali seminggu dan tambahkan mulsa organik setebal 10 cm.

Infeksi Virus Keriting Mosaik

Ciri: Daun kerdil, kaku, berkerut dengan pola belang hijau muda dan kuning yang tidak simetris.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi parah agar tidak menular ke rumpun lengkuas lain melalui serangga vektor.

Langkah-langkah

  1. Periksa bagian bawah daun muda lengkuas menggunakan kaca pembesar untuk mengidentifikasi keberadaan hama pengisap.
  2. Lakukan penyiraman intensif 2 hingga 3 kali seminggu sebanyak 3 sampai 5 liter per rumpun pada pagi hari.
  3. Aplikasikan mulsa organik dari jerami padi atau daun kering setebal 5 hingga 10 cm di sekitar rumpun untuk menahan penguapan.
  4. Semprotkan larutan ekstrak daun mimba atau sabun pembasah secara merata ke bawah permukaan daun setiap 5 hari sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun lengkuas yang sudah keriting bisa kembali lurus?

Daun tua yang sudah mengkerut permanen akibat kerusakan jaringan tidak bisa kembali lurus, namun tunas daun baru akan tumbuh normal jika hama dan stres air berhasil diatasi.

Apakah penyiraman berlebihan saat kemarau bisa merusak rimpang lengkuas?

Ya, penyiraman berlebihan hingga air menggenang dapat menyebabkan pembusukan rimpang oleh jamur atau bakteri tanah, pastikan drainase lahan tetap berfungsi baik.

Mengapa daun lengkuas keriting padahal tanahnya selalu basah?

Jika tanah sudah basah tetapi daun tetap keriting, kemungkinan besar penyebabnya adalah serangan hama pengisap di balik daun atau infeksi virus, bukan karena kekurangan air.

Bisakah lengkuas ditanam di dalam polybag saat musim kemarau?

Bisa, gunakan polybag berdiameter minimal 40 cm dengan media tanam kaya bahan organik dan lakukan penyiraman harian karena media pot lebih cepat kering.

Bahan alami apa yang paling praktis untuk mengatasi hama pengisap pada lengkuas?

Campuran ekstrak daun mimba atau minyak neem dengan sedikit pencuci piring cair dapat digunakan sebagai pestisida nabati kontak yang efektif.

Lebih lanjut tentang Lengkuas

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.