Lengkuas, Mencegah dan Mengatasi Busuk Akar Rimpang pada Tanaman Lengkuas
No machine-readable author provided. McLeod assumed (based on copyright claims). / BY-SA

Mencegah dan Mengatasi Busuk Akar Rimpang pada Tanaman Lengkuas

Busuk akar dan rimpang pada tanaman lengkuas di musim hujan umumnya disebabkan oleh serangan patogen jamur atau bakteri akibat drainase tanah yang buruk.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia yang berlangsung dari bulan November hingga Maret sering kali membawa curah hujan tinggi melebihi 200 mm per bulan. Kondisi kelembapan tanah yang ekstrem ini memicu perkembangan patogen tular-tanah pada pertanaman lengkuas, terutama jika drainase lahan tidak tertata dengan baik. Pembusukan akar dan rimpang dapat mengurangi hasil panen hingga 60 persen jika tidak ditangani sejak munculnya gejala awal.

Ringkas: Lengkuas

Cahaya
Naungan parsial hingga sinar matahari penuh
Penyiraman
Sedang, siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Sepanjang tahun (tanam awal musim hujan untuk hasil terbaik)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tahan di berbagai jenis tanah asal drainase baik. Cocok untuk pemula.

Gejala khas penyakit ini biasanya mulai terlihat saat tanaman berumur 3 hingga 6 bulan setelah tanam. Daun bagian bawah rumpun lengkuas akan berubah warna menjadi kuning, meliuk, dan layu secara perlahan. Jika rimpang digali, jaringan yang terinfeksi tampak berwarna cokelat gelap hingga kehitaman, bertekstur lembek basah, dan pada beberapa kasus mengeluarkan bau busuk yang menyengat saat ditekan.

Pencegahan utama dilakukan dengan membuat bedengan setinggi 30 hingga 40 cm serta lebar 100 cm sebelum masa tanam dimulai. Buat saluran parit drainase berkedalaman 50 cm di sekeliling petakan untuk memastikan air hujan langsung mengalir dan tidak menggenang lebih dari 12 jam. Atur pula jarak tanam ideal pada ukuran 60 x 70 cm agar sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap lancar di tengah tingginya kelembapan udara.

Tindakan pemulihan lahan melibatkan sanitasi ketat dengan mencabut rumpun terserang dan membuang tanah di sekitar perakarannya dari area kebun. Aplikasikan bahan pembenah tanah atau agen hayati pengurai secara rutin setiap 2 minggu sekali pada pangkal tanaman yang sehat untuk meningkatkan ketahanan perakaran dari infeksi patogen berulang.

Penyebab & Cara Mengatasi

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Rimpang lembek basah dan mengeluarkan cairan lendir berbau busuk menyengat, daun layu mendadak dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman terinfeksi, taburkan kapur dolomit pada lubang bekas tanaman, dan batasi aliran air dari area tersebut.

Jamur Pembusuk (Pythium sp. / Fusarium sp.)

Ciri: Rimpang membusuk basah tanpa bau menyengat, terdapat benang miselium putih atau merah muda di permukaan rimpang, daun menguning bertahap dari bawah.

Solusi: Perbaiki struktur drainase lahan, kurangi kelembapan rumpun, dan aplikasikan agen antagonis pembenah tanah pada area perakaran.

Genangan Air dan Drainase Buruk

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman dan lembek akibat kekurangan oksigen, tidak ada lendir bakteri atau miselium jamur, pertumbuhan tanaman kerdil.

Solusi: Tinggikan bedengan hingga kedalaman 40 cm dan perdalam parit pembuangan air di sekitar petakan lahan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan rutin pada area perakaran dan rumpun lengkuas setiap 2 hari sekali selama puncak musim hujan.
  2. Cabut seluruh bagian tanaman lengkuas yang menunjukkan gejala busuk basah beserta tanah di sekitar perakarannya.
  3. Perdalam parit drainase di antara bedengan menjadi kedalaman 40 hingga 50 cm agar air tidak mengendap di area perakaran.
  4. Taburkan kapur pertanian atau dolomit secukupnya pada lubang bekas cabutan untuk menetralkan pH tanah yang terlalu asam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah rimpang lengkuas yang terkena busuk akar masih bisa dikonsumsi?

Rimpang yang sudah mengalami pembusukan, berlendir, atau berbau busuk tidak boleh dikonsumsi karena terkontaminasi oleh mikroba pembusuk dan patogen.

Berapa tinggi bedengan yang ideal untuk menanam lengkuas di musim hujan?

Tinggi bedengan yang disarankan pada musim hujan adalah 30 hingga 40 cm agar perakaran tidak terendam genangan air.

Apakah lahan bekas lengkuas yang terkena layu bakteri bisa langsung ditanami kembali?

Tidak disarankan. Lakukan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman non-inang seperti jagung selama 1 hingga 2 tahun untuk memutus siklus hidup bakteri.

Mengapa daun lengkuas menguning dari bagian bawah saat hujan deras?

Kondisi tersebut merupakan indikasi awal pembusukan akar akibat tanah terlalu basah atau adanya infeksi jamur patogen pada rimpang.

Lebih lanjut tentang Lengkuas

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.