Pengendalian hama lengkuas secara efektif memerlukan pengamatan rutin minimal dua kali seminggu pada pagi hari ketika serangga aktif mencari makan. Petani perlu membedakan antara gejala serangan ulat pelipat daun yang mengikat helai daun, dengan serangan kumbang atau ulat penggerek rimpang yang menyebabkan batang utama menguning layu secara mendadak.
Penerapan praktik budidaya yang baik menjadi benteng utama pertahanan kebun lengkuas di seluruh wilayah nusantara. Pembersihan gulma secara manual setiap dua minggu sekali, pengaturan jarak tanam minimal 60 kali 80 sentimeter untuk sirkulasi udara optimal, serta pemberian pupuk organik matang sebanyak 2 kilogram per rumpun setiap awal musim hujan akan meningkatkan ketahanan alami tanaman.
Jika serangan hama meluas melebihi ambang batas ekonomi, pemanfaatan musuh alami seperti burung pemangsa serangga dan parasitoid sangat dianjurkan. Apabila tindakan mekanis dan hayati belum memadai, penggunaan pengendali kimiawi dapat dipertimbangkan dengan membaca teliti petunjuk pada label kemasan serta berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat.