Persiapan bibit dimulai dengan memilih rimpang induk yang sudah berumur 9 sampai 10 bulan dengan bobot sekitar 20 hingga 30 gram per potongan bibit. Rimpang tersebut dieramkan di tempat teduh bercahaya remang selama 2 sampai 3 minggu hingga muncul tunas baru setinggi 1 sampai 2 sentimeter sebelum ditanam ke media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam.
Pemeliharaan rutin meliputi penyiraman setiap 2 sampai 3 hari sekali pada musim kemarau dan pemberian pupuk susulan berupa kompos sebanyak 1 kilogram per polibag atau tanaman pada bulan ke-2 dan bulan ke-4. Pembumbunan atau penambahan tanah di sekitar pangkal batang perlu dilakukan pada bulan ke-3 dan ke-5 untuk menutupi rimpang yang mulai menyembul ke permukaan.
Proses pemanenan dapat dilakukan ketika tanaman memasuki usia 8 hingga 10 bulan setelah tanam, yang ditandai dengan perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning dan mengering secara alami. Rimpang dipanen dengan cara membongkar tanah secara perlahan menggunakan garpu tanah agar rimpang tidak patah atau terluka.






