Hama bagian atas seperti ulat penggulung daun (Udaspes folus) dapat merusak hingga 30 persen area daun jika dibiarkan tanpa penanganan. Gejala awal ditandai dengan daun yang tergulung rapi menggunakan benang sutra halus, di mana larva bersembunyi sambil memakan jaringan hijau daun. Pengendalian mekanis dilakukan dengan mengutip gulungan daun secara manual pada 10 hingga 20 rumpun sampel setiap minggu, lalu memusnahkannya sebelum serangga berkembang menjadi dewasa.
Di bawah permukaan tanah, gangguan pada rimpang umumnya disebabkan oleh nematoda bintil akar dan larva pengerek rimpang yang sering kali tidak terlihat dari luar. Serangan nematoda dicirikan oleh terbentuknya bintil-bintil kecil pada akar halus serta tanaman tampak layu pada siang terik meskipun kondisi tanah cukup lembap. Lakukan pengolahan tanah secara sempurna, aplikasikan kompos matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar, serta lakukan solarisasi tanah selama 30 hari sebelum tanam untuk menekan populasi hama tanah.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara konsisten mampu menjaga produktivitas rimpang kunyit tetap tinggi dan bebas dari residu berbahaya. Manfaatkan serangga predator seperti kumbang kubah untuk mengendalikan populasi kutu daun, serta lakukan rotasi tanaman dengan jagung atau legum setiap 1 hingga 2 musim tanam. Apabila tingkat kerusakan daun melebihi ambang ekonomi 15 persen, segera konsultasikan langkah pengendalian ramah lingkungan dengan petugas penyuluh pertanian setempat.






