Penyakit utama yang sering menyerang kunyit pada musim basah adalah busuk rimpang akibat jamur dan bakteri, serta bercak daun yang merusak keindahan dan kemampuan fotosintesis. Setiap jenis penyakit ini meninggalkan jejak gejala yang spesifik pada jaringan tanaman, mulai dari bau busuk yang menyengat hingga pola bercak khas pada helai daun. Dengan mengenali perbedaan gejala tersebut secara akurat sejak dini, kita dapat menghindari kesalahan tindakan pengendalian di lapangan.
Langkah penanganan yang tepat di musim hujan harus difokuskan pada perbaikan drainase lahan agar air tidak menggenang di sekitar rumpun kunyit. Pembuatan parit keliling dan guludan tinggi terbukti efektif menurunkan kelembapan tanah dan mencegah penyebaran spora patogen antar tanaman. Selain itu, sanitasi kebun secara rutin dengan mencabut gulma dan membuang bagian tanaman yang sakit wajib dilakukan setiap minggu untuk menekan populasi sumber penyakit.
Apabila serangan penyakit sudah meluas, penggunaan bahan kimia atau pengendali hayati harus dilakukan secara bijak sesuai anjuran pada label kemasan produk. Selalu utamakan keselamatan kerja dengan memakai alat pelindung diri lengkap saat mengaplikasikan pestisida di kebun. Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat untuk mendapatkan rekomendasi bahan pengendali yang paling tepat dan ramah lingkungan.