Kunyit, Panduan Lengkap Cara Merawat Kunyit Agar Subur dan Rimpang Melimpah
Karl Solano / Pexels

Panduan Lengkap Cara Merawat Kunyit Agar Subur dan Rimpang Melimpah

Cara merawat kunyit agar tumbuh subur dan menghasilkan rimpang yang padat meliputi pengaturan penyiraman yang tepat, pemupukan organik rutin, serta drainase tanah yang baik sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Kunyit membutuhkan tanah gembur berpasir yang kaya bahan organik dengan pH netral antara 6,0 hingga 7,0. Penanaman terbaik dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober hingga November agar pembentukan tunas awal mendapat suplai air alami yang cukup. Di lahan terbuka maupun pot berdiameter minimal 40 cm, pastikan media tanam terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1.

Ringkas: Kunyit

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembaban, hindari genangan)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat adaptif terhadap berbagai jenis tanah di Indonesia.

Pengairan merupakan kunci utama dalam merawat kunyit. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan volume air sekitar 1 hingga 2 liter per polibag atau disesuaikan dengan kelembapan tanah. Saat musim hujan tiba, hentikan penyiraman harian dan fokus pada perbaikan saluran drainase agar rimpang kunyit tidak tergenang air dan mengalami pembusukan.

Pemupukan susulan dilakukan secara berkala setiap 30 hari sekali menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 250 hingga 500 gram per rumpun. Pada umur 3 hingga 5 bulan setelah tanam, berikan tambahan abu gosok atau pupuk organik kaya kalium untuk merangsang pembesaran rimpang kunyit. Hindari pemberian pupuk nitrogen berlebih karena akan membuat daun tumbuh terlalu lebat namun rimpang kerdil.

Perawatan rutin lainnya mencakup penyiangan gulma setiap 2 hingga 3 minggu sekali serta pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang pada bulan ke-4 dan ke-6. Pembumbunan bertujuan menutup rimpang yang muncul ke permukaan tanah agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat merusak kualitasnya. Kunyit siap dipanen setelah berumur 8 hingga 10 bulan, ditandai dengan perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning dan mengering.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiraman secara teratur 1 hingga 2 kali sehari saat kemarau dan hentikan saat musim hujan untuk menjaga kelembapan ideal.
  2. Berikan pemupukan susulan berupa pupuk kandang matang sebanyak 300 gram per rumpun setiap 30 hari sekali sejak umur 1 bulan.
  3. Bersihkan gulma di sekitar pangkal tanaman setiap 3 minggu sekali agar nutrisi tanah tidak terserap oleh tumbuhan liar.
  4. Lakukan pembumbunan tanah pada bulan ke-4 dan ke-6 untuk menutupi rimpang yang menyembul keluar media tanam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali kunyit harus disiram dalam sehari?

Pada musim kemarau disiram 1 hingga 2 kali sehari, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembapan tanah.

Berapa bulan kunyit bisa dipanen setelah ditanam?

Kunyit umumnya dapat dipanen pada umur 8 hingga 10 bulan setelah tanam, ditandai dengan daun yang menguning dan mengering.

Bisakah merawat kunyit di dalam pot atau polibag?

Bisa, gunakan pot atau polibag berdiameter minimal 40 cm dengan media tanam gembur dan saluran drainase yang baik.

Mengapa rimpang kunyit saya ukurannya kecil saat dipanen?

Ukuran rimpang kecil biasanya disebabkan oleh tanah yang terlalu padat, kekurangan unsur kalium, penyiraman berlebih, atau kurang sinar matahari.

Pupuk apa yang paling bagus untuk perawatan kunyit?

Pupuk kandang matang, kompos, serta pupuk organik kaya kalium seperti abu gosok sangat baik untuk mendukung pembesaran rimpang.

Lebih lanjut tentang Kunyit

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.