Pengairan merupakan kunci utama dalam merawat kunyit. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan volume air sekitar 1 hingga 2 liter per polibag atau disesuaikan dengan kelembapan tanah. Saat musim hujan tiba, hentikan penyiraman harian dan fokus pada perbaikan saluran drainase agar rimpang kunyit tidak tergenang air dan mengalami pembusukan.
Pemupukan susulan dilakukan secara berkala setiap 30 hari sekali menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 250 hingga 500 gram per rumpun. Pada umur 3 hingga 5 bulan setelah tanam, berikan tambahan abu gosok atau pupuk organik kaya kalium untuk merangsang pembesaran rimpang kunyit. Hindari pemberian pupuk nitrogen berlebih karena akan membuat daun tumbuh terlalu lebat namun rimpang kerdil.
Perawatan rutin lainnya mencakup penyiangan gulma setiap 2 hingga 3 minggu sekali serta pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang pada bulan ke-4 dan ke-6. Pembumbunan bertujuan menutup rimpang yang muncul ke permukaan tanah agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat merusak kualitasnya. Kunyit siap dipanen setelah berumur 8 hingga 10 bulan, ditandai dengan perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning dan mengering.






