Penyebab pertama adalah kekurangan air. Pada musim kemarau, tanah cepat kering sehingga tanaman kunyit mengalami stres. Ciri daun menguning dimulai dari ujung dan tepi, lalu meluas ke seluruh helai. Tanaman juga tampak layu pada siang hari. Solusinya adalah menyiram secara rutin 2-3 hari sekali, terutama jika tidak turun hujan selama seminggu. Gunakan mulsa jerami atau daun kering untuk menjaga kelembaban tanah.
Penyebab kedua adalah serangan hama penggerek rimpang (Dichocrocis punctiferalis). Hama ini menyerang rimpang dan batang, menyebabkan daun menguning dan layu secara mendadak. Ciri khas: pada pangkal batang ditemukan lubang kecil dan butiran kotoran hama. Solusinya adalah memotong dan membuang bagian tanaman yang terserang, lalu membakarnya. Untuk pencegahan, lakukan rotasi tanaman dengan bukan anggota Zingiberaceae selama 2 musim.
Penyebab ketiga adalah penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum). Daun menguning secara tiba-tiba, layu permanen meski tanah lembab, dan jika batang dipotong akan keluar lendir bakteri. Solusinya: cabut dan bakar tanaman sakit, jangan ditanam di lahan yang sama minimal 3 tahun. Sterilkan alat tanam dengan direndam air panas atau disinfektan. Untuk lahan yang terinfeksi, taburkan kapur dolomit untuk menekan populasi bakteri.