Penyiraman harus disesuaikan secara cermat dengan perkembangan tanaman dan iklim lokal. Pada fase awal pertumbuhan hingga umur 3 bulan, kencur membutuhkan kelembapan konsisten dengan frekuensi menyiram 1 kali sehari pada pagi hari sebanyak 200 hingga 300 ml per tanaman. Saat memasuki puncak musim hujan, frekuensi penyiraman harus dikurangi dan pembersihan saluran drainase pada bedengan setinggi 20-30 cm wajib diperhatikan guna mencegah genangan air. Sebaliknya, pada musim kemarau, penyiraman dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari apabila lapisan tanah atas sejauh 2 cm mulai mengering.
Pemupukan kencur berfokus pada asupan nutrisi organik untuk menjaga aroma dan kualitas rimpang. Pada usia 4 dan 8 minggu setelah tanam, berikan pupuk kandang sapi atau kotoran ayam yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 150 hingga 200 gram per rumpun. Tambahkan pula abu gosok atau pupuk organik kaya kalium pada usia 12 minggu setelah tanam untuk merangsang pembesaran rimpang. Hindari penggunaan pupuk nitrogen sintetis secara berlebihan karena dapat menyebabkan daun tumbuh terlalu rimbun namun rimpang menjadi rentan terserang penyakit busuk.
Pemeliharaan rutin meliputi penyiangan gulma serta pembumbunan tanah yang dilakukan setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Pembumbunan dilakukan dengan menimbunkan tanah gembur ke pangkal batang kencur setinggi 3-5 cm agar rimpang baru tidak terpapar sinar matahari langsung dan dapat berkembang maksimal di dalam tanah. Tanaman kencur siap dipanen pada umur 8 hingga 10 bulan, yang ditandai dengan daun mulai menguning dan mengering secara alami saat memasuki musim kemarau.






