Penyakit utama yang sering menyerang kencur meliputi busuk rimpang akibat cendawan patogen di tanah, bercak daun, serta serangan nematoda yang merusak sistem perakaran muda. Setiap masalah ini menunjukkan gejala spesifik yang berbeda satu sama lain, mulai dari perubahan warna daun hingga bau busuk khas pada rimpang bagian bawah. Pemeriksaan visual secara berkala pada fisik tanaman sangat diperlukan untuk memastikan diagnosis yang tepat sebelum melakukan tindakan penanganan.
Langkah penanganan yang efektif harus difokuskan pada perbaikan drainase lahan tanam agar air hujan tidak menggenang di sekitar rumpun kencur lebih dari 24 jam. Pembersihan gulma secara rutin juga penting untuk mengurangi kelembapan mikro di sekitar tajuk tanaman yang disukai oleh spora jamur patogen. Penggunaan bibit sehat yang bebas dari gejala penyakit sejak awal penanaman menjadi kunci pencegahan paling mutlak untuk menekan kerugian hasil panen di kemudian hari.
Apabila ditemukan gejala serangan yang parah dan meluas ke tanaman sekitar, segera lakukan pencabutan tanaman sakit untuk mencegah penularan ke rumpun kencur yang masih sehat. Untuk pengendalian menggunakan bahan kimia atau pestisida, selalu baca label kemasan dengan teliti dan konsultasikan langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat. Keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan harus selalu diutamakan dalam setiap tindakan pemeliharaan kebun kencur Anda.