Memasuki fase vegetatif awal pada umur 1 hingga 3 minggu setelah tanam (WST), tanaman kemangi membutuhkan pasokan nitrogen yang cukup untuk mempercepat pertumbuhan batang dan daun. Aplikasikan pupuk organik cair (POC) dengan pengenceran 10 sampai 15 mililiter per liter air, lalu kocorkan sebanyak 100 hingga 150 mililiter pada sekitar perakaran tanaman setiap 7 hari sekali di pagi hari.
Pada umur 4 WST ke atas atau fase vegetatif aktif, pemangkasan pucuk bunga rutin dilakukan setiap 10 hingga 14 hari sekali agar tanaman tidak cepat menua. Setelah pemanenan daun atau pemangkasan bunga, berikan pemupukan susulan berupa pupuk majemuk seimbang NPK sebanyak setengah sendok teh per tanaman yang dilarutkan dalam air, atau taburkan pupuk kompos susulan sebanyak 1 sampai 2 genggam per tanaman setiap 2 minggu sekali.
Penyesuaian pemupukan perlu memperhatikan kondisi iklim lokal di Indonesia. Saat puncak musim hujan, hindari pengocoran pupuk cair secara berlebihan agar perakaran tidak membusuk dan hara tidak larut terbuang. Sebaliknya, pada musim kemarau, lakukan pemupukan bersamaan dengan penyiraman rutin dua kali sehari, pagi jam 07.00 dan sore jam 16.00, agar penyerapan hara oleh akar kemangi berjalan optimal.






