Penyiraman dilakukan secara rutin sebanyak 1 sampai 2 kali sehari pada pagi hari jam 07.00 dan sore hari jam 16.00, terutama saat musim kemarau untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membuatnya becek. Pemupukan susulan diberikan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair sebanyak 250 ml per lubang tanam atau kompos tambahan sebanyak 100 gram per tanaman. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari langsung sekurang-kurangnya 6 hingga 8 jam sehari agar daun tumbuh rimbun dan aroma khasnya keluar secara optimal.
Pemangkasan pucuk (pinching) merupakan tahap krusial yang harus dilakukan sejak tanaman berumur 3 minggu setelah tanam atau memiliki tinggi sekitar 15 cm. Potong bagian ujung batang sepanjang 2 hingga 3 cm di atas buku daun untuk merangsang percabangan baru sehingga tanaman tumbuh membulat dan menghasilkan lebih banyak daun. Jangan biarkan bunga kemangi tumbuh hingga mekar sepenuhnya, karena munculnya bunga akan mengalihkan energi tanaman dari pembentukan daun aromatik menuju pembentukan biji dan membuat rasa daun menjadi pahit.
Panen pertama tanaman kemangi dapat dilakukan pada umur 30 hingga 45 hari setelah pindah tanam dengan cara memetik pucuk daun muda sepanjang 10 sampai 15 cm menggunakan gunting bersih. Pemanenan selanjutnya dapat dilakukan berkala setiap 7 hingga 10 hari sekali selama 6 hingga 12 bulan berturut-turut. Dengan perawatan yang konsisten, satu rumpun tanaman kemangi sanggup menghasilkan 50 hingga 100 gram daun segar pada setiap siklus pemetikan harian di pekarangan rumah Anda.






