Pada musim kemarau dengan kelembapan udara di bawah 60 persen, hama jenis hisap seperti kutu kebul dan tungau merah berkembang sangat cepat. Tanaman kemangi yang diserang akan menunjukkan gejala daun menguning, mengkerut, dan pertumbuhan terhambat. Untuk meredam lonjakan populasi, penyiraman tajuk tanaman dengan semprotan air halus setiap 1 hari sekali pada pagi hari jam 07.00 WIB dapat membantu membilas hama berukuran mikro tersebut secara fisik.
Memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi di atas 200 mm per bulan, kelembapan udara yang tinggi memicu aktivitas ulat daun dan lalat penggorok daun. Ulat memakan helai daun hingga berlubang dalam waktu 24 hingga 48 jam, sementara larva lalat membuat alur meliuk transparan pada jaringan daun. Sanitasi kebun dengan merempel daun tua serta membersihkan gulma radius 1 meter di sekitar guludan menjadi langkah krusial pencegahan.
Pengendalian hama kemangi berbasis Pengendalian Hama Terpadu menggabungkan penggunaan perangkap kuning berperekat sebanyak 2 buah per 10 meter persegi dan aplikasi pestisida nabati secara berkala. Penyemprotan ekstrak daun mimba atau sabun cuci piring hayati dosis ringan setiap 5 sampai 7 hari sekali terbukti efektif menekan hama tanpa merusak citrasa daun kemangi yang dikonsumsi segar.






