Kutu daun (Aphis gossypii) menyerang pucuk dan daun muda, menyebabkan daun keriting dan lengket karena embun madu. Semut sering terlihat di sekitar koloni. Ciri khas: ada kutu kecil berwarna hijau atau hitam mengelompok di balik daun. Solusi: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi.
Ulat grayak (Spodoptera litura) memakan daun hingga berlubang dan meninggalkan kotoran hitam. Biasanya aktif malam hari. Ciri: daun sobek tidak beraturan, ulat bergaris hitam-kuning. Solusi: kumpulkan ulat secara manual di pagi hari, atau semprot dengan ekstrak daun nimba (250 gram daun direbus dalam 1 liter air, diamkan semalam).
Tungau merah (Tetranychus urticae) menyebabkan daun berbintik kuning dan akhirnya mengering serta ada jaring halus di permukaan bawah daun. Serangan parah terjadi di musim kemarau. Solusi: semprot dengan air bertekanan tinggi untuk mengurangi populasi, atau gunakan larutan bawang putih (5 siung dihaluskan, rendam dalam 1 liter air selama 24 jam, saring dan semprotkan).