Pertama, periksa intensitas penyiraman. Kekurangan air (cekaman kekeringan) menyebabkan daun tua menguning, layu, dan tepi daun mengering. Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan volume cukup hingga tanah lembab sedalam 10 cm. Kedua, serangan hama seperti kutu daun (Aphid) atau tungau (mite) juga bisa menyebabkan daun menguning, biasanya disertai bercak kuning kecil, daun keriting, atau adanya embun madu. Semprot dengan air sabun atau insektisida nabati (ekstrak daun nimba) secara rutin.
Ketiga, penyakit layu fusarium atau bakteri juga dapat memicu daun menguning, dimulai dari daun bawah, lalu layu dan mati. Penyakit ini sering muncul di tanah yang terlalu basah atau drainase buruk. Perbaiki drainase, kurangi penyiraman, dan rotasi tanaman. Keempat, kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) atau magnesium (Mg), menyebabkan daun tua menguning merata. Beri pupuk kandang atau kompos 2 minggu sekali, atau pupuk NPK seimbang sesuai dosis anjuran.
Lima, faktor lingkungan seperti suhu terlalu tinggi (>35°C) atau angin kering dapat menyebabkan daun terbakar dan menguning. Lindungi tanaman dengan naungan paranet 50% atau mulsa jerami. Jika semua sudah dicoba dan belum membaik, segera konsultasikan ke penyuluh pertanian setempat.