Selain faktor penyiraman, pemanenan pucuk daun kemangi yang dilakukan secara intensif setiap 7 sampai 10 hari sekali tanpa diimbangi pemupukan susulan akan menguras cadangan nitrogen di dalam tanah. Unsur hara nitrogen sangat dibutuhkan kemangi untuk pembentukan klorofil atau zat hijau daun. Ketika tanah kehabisan nitrogen, klorofil terdegradasi dan menyebabkan seluruh helai daun berubah warna menjadi hijau muda hingga kuning pucat.
Musim kemarau dengan kelembapan udara di bawah 60 persen juga menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan hama penghisap cairan seperti thrips, kutu daun, dan tungau merah. Serangga kecil ini bersembunyi di balik permukaan bawah daun dan mengisap cairan sel tanaman. Akibatnya, timbul bintik-bintik kuning yang lambat laun meluas ke seluruh bagian daun hingga membuat tanaman kerdil.
Untuk mengatasi masalah ini, berikan air sebanyak 250 sampai 500 ml per pot atau per lubang tanam secara teratur 2 kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 pagi dan 16.00 sore. Pastikan kelembapan tanah terjaga pada tingkat 60 hingga 70 persen, tetapi jangan sampai tergenang karena drainase yang buruk justru dapat memicu busuk akar yang juga ditandai dengan daun menguning dan layu.






